23 June 2009

WASPADALAH, DIABETES MENGANCAM KAUM MUDA ASIA....!!!!

Penelitian terbaru di Journal of American Medical Association menyebutkan, wabah diabetes melitus adalah ancaman buat orang Asia. Ancaman itu lebih mengarah pada kaum muda. Penyebabnya, perubahan pola makan dari yang semula sehat ke makanan gaya Barat dan miskin gerak.

Diabetes adalah penyakit dengan ancaman komplikasi yang paling komplet. Jika sudah terserang, penderita hanya bisa mengendalikan penyakitnya dengan Gaya Hidup Sehat.
Bila tidak terkendali, sejumlah komplikasi bisa datang. Mulai dari serangan jantung, stroke, disfungsi ereksi, gagal ginjal, kebutaan, hingga ancaman amputasi anggota tubuh.Biaya pengobatan pun jadi lebih mahal.

Ancaman yang ditebar diabetes menurut penelitian yang diterbitkan di Journal of American Medical Association ( JAMA ) sudah mencapai tingkat global. Penderita diabetes disebutkan dalam jurnal tersebut meroket dari 240 juta di tahun 2007 akan menjadi 380 juta di tahun 2025. Kabar buruknya, 60% dari jumlah tersebut berada di Asia.

Data dari International Diabetes Federation ( IDF ) menyebutkan, diabetesi (pengidap diabetes) di India diperkirakan meroket dari 40 juta orang menjadi mendekati 70 juta, sedangkan di Cina dari 39 juta menjadi 59 juta, di Bangladesh, diperkirakan juga meningkat dari 3,8 juta orang menjadi 7,4 juta orang.

Jangan buru-buru lega, jumlah diabetesi di Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Negara Asia lainnya pun naik. IDF memperkirakan, di Tanah air pada tahun 2007 terdapat 2,8 juta diabetesi di usia 20-79 tahun. Tanpa kebijakan dan edukasi yang memadai, jumlah diabetesi di Indonesia bakal menyamai negara-negara Asia lainnya.

MAKAN JOR-JORAN


Kecenderungan peningkatan jumlah diabetesi di Asia itu diperkirakan karena gaya hidup. Asia, belakangan ini adalah kawasan yang mulai berkembang dan makmur. Stephen Cobett, professor School of Public Health dari University of Sidney mengatakan kawasan Asia mulai mengalami suplai makanan yang memadai dan mengadopsi gaya makan orang dari dunia Barat.

Selama ribuan tahun, kebanyakan orang Cina, Indonesia, India adalah petani subsisten atau petani yang penennya pas-pasan untuk menghidupi diri sendiri. Kekurangan pangan bisa terjadi selama berbulan-bulan dalam setahun. Dalam tempo kurang dari 50 tahun,orang Asia mengalami perubahan menu makanan dari "pas-pasan " menjadi "jor-joran" mengalami pola makan dunia Barat.Padahal orang Eropa mengalami evolusi selama 150-200 tahun untuk memiliki perubahan pola makan seperti ini.Dan, diabetes adalah hasil langsung dari perubahan pola makan itu.

Penemuan yang sangat mengejutkan dari penelitian yang diterbitkan JAMA itu adalah usia dan massa tubuh diabetesi di Asia.Di Benua Eropa Barat dan Amerika Utara, kegemukan sudah terbukti sebagai faktor utama yang menyebabkan datangnya penyakit diabetes tipe-2.

PERUT BUNCIT

Di Asia, kemajuan pembangunan ekonomi mendatangkan kemakmuran. Ini membuat orang Asia mengalami perubahan pola makan dan kegiatan. Hidup jadi lebih mudah sehingga tidak perlu berkeringat, sementara makanan melimpah.Kondisi ini menyebabkan perut orang Asia rata-rata buncit. Padahal, perut buncit itu cepat mendatangkan penyakit seperti diabetes. Lemak perut yang berlebihan berbahaya sebab menyimpan energi dan melepaskan zat kimia yang mengontrol metabolisme dan penggunaan insulin.

Menurut penelitian itu, orang Asia dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih rendah memang tidak segendut orang Amerika Utara. Namun, penelitian JAMA, menyebutkan bahwa dengan IMT lebih rendah orang Asia punya prevalensi sama atau bahkan lebih tinggi untuk menderita diabetes dibandingkan dengan orang di belahan dunia Barat.
Hal yang lebih mengagetkan lagi adalah kecenderungan usia diabetes di Asia. Di Eropa dan Amerika Utara, diabetes diderita orang usia 60-79 tahun. Di Asia kecenderungan diabetes diderita kalangan usia 20-50 tahun.


EFEK MANIS


Pola kunsumsi seperti apa yang membuat orang Asia rentan terkena diabetes? Belum ada penelitian yang secara spesifik bisa menjawabnya. Namun, pola makan serba instant dicurigai menjadi penyebabnya.
Mungkin konsumsi minuman sangat manis yang jadi teman makan ayam goreng dan kentang goreng di restoran cepat saji, patut dicurigai sebagai penyebab cepat buncit dan terserang penyakit diabetes.

Studi awal di Bloomberg School, AS,memproyeksikan bahwa 75% orang dewasa di negeri adidaya itu kelebihan berat badan atau obesitas karena konsumsi minuman manis. Akibat kegemukan itu,2/3 orang dewasa meningkat resikonya untuk mengidap diabetes tipe-2.
Sebuah penelitian pernah mencari hubungan antara konsumsi minuman dan perubahan berat badan.Hasil penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition itu mengatakan berat badan cepat turun jika mengurangi konsumsi minuman manis berkalori. Minuman manis berdampak pada berat badan di antara 810 pria dan wanita yang diteliti di Baltimore, Baton Rouge, Durnham, dan Portland.
Di antara sejumlah minuman, jenis yang diberi pemanis adalah yang memiliki dampak signifikan pada perubahan berat badan. Penelitian kami mendukung rekomendasi kebijakan untuk mengurangi asupan kalori dalam bentuk cair.

Hasil penelitian itu secara spesifik menunjukkan pengurangan asupan kalori cair terkait dengan pengurangan berat badan sebesar 0,25 kg selama 6 bulan.dan 0,24 kg selam 18 bulan. Di antara minuman yang diberi pemanis, pengurangan sajian minuman sehari terkait dengan penurunan berat badan sebesar 0,5 kg selama 6 bulan dan 0,7 kg selama 18 bulan. Dari 9 jenis minuman yang diteliti, minuman yang diberi pemanis secara signifikan menunjukkan perubahan berat badan.

Studi soal minuman ringan manis ini meneliti 810 orang dewasa usia 25-79 tahun selama 18 bulan dan bersifat acak dengan intervesi perilaku.
Berat dan tinggi para objek penelitian diukur menggunakan timbangan dan alat ukur terkalibrasi.
Penelitian itu secara tegas merekomendasikan untuk mengurangi konsumsi minuman berkalori, khususnya minuman manis.Perbanyaklah susu, sumber gizi yang dibutuhkan remaja untuk tumbuh. Susu mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral berupa zinc, kalsium, fosfor, magnesium,potasium.

Sadar akan bahaya minuman berkalori, bulan Maret 2006 Beverage Guidance Panel mengeluarkan sistem panduan konsumsi minuman, yaitu tidak boleh lebih dari 250 ml minuman soda manis,jus buah, atau minuman energi per hari.
Cara yang lebih mudah lagi menghindari minuman manis yaitu tidak perlu stok minuman manis di kulkas Anda.


Semoga bermanfaat,salam
Sumber: GHS

No comments:

Post a Comment