19 June 2009

GEJALA AWAL STROKE, JANGANLAH DIABAIKAN !!

Ada sejumlah gejala dan tanda awal stroke yang mudah dikenali. Namun, karena tidak tahu, hal penting dan berharga itu sering diabaikan. Bila saja gejala dan tanda permulaan diwaspadai, stroke tidak perlu muncul.Apa saja yang perlu diwaspadai?

STROKE AWAL

Stroke terjadi bila aliran darah otak terganggu. Aliran darah otak terganggu bila pembuluh darah otak bermasalah. Sering karena sumbatan "karat lemak", sehingga aliran darah tidak lancar atau mungkin tersumbat.
Sebagian stroke terjadi sebab pecahnya suatu bagian pembuluh darah otak. Tergantung dibagian otak mana gangguan aliran pembuluh darah otak terjadi. Ibarat peta bumi, otak juga tersusun oleh daerah, provinsi, kotamadia, kabupaten, dan desa.

Gangguan aliran darah di wilayah "provinsi" yang akan langsung memunculkan serangan stroke. Bila baru menyerang wilayah "desa" stroke belum terlihat. Tidak tampak adanya gejala, tanda, dan keluhan yang mencerminkan adanya stroke. Kondisi ini baru diketahui bila dilakukan pencitraan otak dengan MRI ( Magnetic REsonance Imaging ).

Kini dengan makin canggihnya pencitraan otak, gangguan masih dini di wilayah "desa" sekalipun sudah bisa terlihat, meskipun belum ada keluhan dan gejala awal stroke, pencitraan CT-Scan mutakhir sudah dapat mendeteksi sekiranya ada gangguan otak. Makin banyak orang Amerika mengalami silent stroke
, yakni wilayah "desa" otak mengalami gangguan aliran darah meski belum memunculkan gejala, tanda, dan keluhan apapu.
Kasus Silent Stroke sama berharganya dengan gejala dan tanda permulaan stroke. Misalnya :Tuan Kus seorang yang berusia 59 tahun tiba-tiba suka menggaruk-garuk perutnya sendiri tanpa ia sadari,Pak Sur 54 tahun, mantan pejabat tiba-tiba tulisannya makin buruk, tidak terampil lagi mengancingkan baju, kesulitan memasang tali sepatu, tidak tangkas memakai sandal jepit. Dan itu sudah berlangsung selama setengah tahun tanpa ia hiraukan. Tidak menyadari kalau itu tanda awal stroke yang kini di deritanya. Andai saja ia tahu itu gejala awal stroke, tentu tidak perlu menderita stroke. Mestinya gejala dan tanda pendahuluan stroke dijadikan peringatan berharga. Artinya, masih cukup waktu untuk mencegah stroke tidak muncul.


PENCITRAAN OTAK BAGI YANG BERESIKO STROKE


Ada baiknya mereka yang menyimpan resiko bakal terserang stroke lebih dini melakukan pencitraan otak. Siapakah mereka? Yaitu pengidap darah tinggi, kencing manis, lemak darah tinggi ( hiperlipidemia), dan yang mewarisi keturunan penyakit metabolik lainnya, perokok dan memikul stres lama.

Pencitraan otak sebelum gejala, tanda, dan keluhan stroke permulaan muncul, sungguh bernilai emas. Hanya dengan cara demikian, potensi bakal munculnya stroke dapat digagalkan. Bila kedapatan sudah ada bagian otak yang mengalami gangguan aliran darah, tanda awal bakal terbentuknya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak, pasien masih punya kesempatan mengendalikan faktor resiko yang berpotensi stroke.
Kalau diri sendiri menginsafi mengidap darah tinggi dan dalam pencitraan otak sudah kedapatan gangguan di suatu wilayah otak tertentu, pengendalian darah tinggi harus lebih ketat. Begitu juga bila mengidap diabetes dan kolesterol tinggi.


JANGAN ABAIKAN STROKE RINGAN (TIA)

Kita mengenal apa yang disebut stroke ringan atau TIA ( Transient Ischaemic Attack ). Kasus tersebut terjadi bila sudah berlangsung gangguan aliran darah otak, meski belum sampai merusak jaringan otak (infarction), yang biasanya pulih sendiri sebelum 24 jam. Definisi baru TIA sekarang harus dilihat sebagai episode peralihan dari stroke awal menuju stroke sungguhan.

Kejadian TIA harus sangat diwaspadai sebagai permulaan bakal munculnya stroke sungguhan. Bagian otak tertentu sudah dan sedang mengalami gangguan ringan yang belum sampai merusak jaringan otak yagn dipasok darahnya.Bila faktor resiko yang membuat bagian otak tersebut mengalami gangguan tidak dikekang, proses kerusakan otak akan terus berlanjut menjadi bertambah buruk. Pada saat gangguan otak memburuk itulah serangan stroke itu muncul.

Sekali stroke sudah terjadi, hanya sepersepuluh saja peluang untuk bisa dipulihkan. Sebagian besar serangan stroke tidak bisa dipulihkan kembali gejala sisanya, itupun andai tidak sampai langsung merenggut nyawa. Kejadian stroke sehabis suatu serangan ringan (TIA) lebih cepat dari yang dikira selama ini. Sekitar 10-15% kasus TIA akan menjadi stroke sungguhan dalam 3 bulan kemudian (Dr. Donald Easton).


JIKA MUNCUL GEJALA YANG TIDAK BIASA


Selain gejala permulaan stroke seperti yang dialami contoh diatas, ada sejumlah gejala dan tanda lainnya yang harus diwaspadai. Gejala yang dialami Tuan Kus adalah bentuk epilepsi atau ayan, sebagai menifestasi ada bagian otak yang mengurus kendali pergerakan. Sementara yang dialami Pak Sur adalah gangguan aliran darah pada bagian otak yang mengurus ketangkasan atau fungsi luhur.

Banyak manifestasi dari gangguan fungsi otak yang mungkin muncul dalam gangguan pergerakan tubuh, ketangkasan, keterampilan, gaya berjalan, dan ketajaman penglihatan. Tiba-tiba penglihatan gelap sejenak juga jangan diabaikan (amourisi fugax) yang berarti terjadi gangguan aliran darah retina bolamata. Ini juga bisa tergolong gejala awal stroke.

Tuan Kus tidak punya warisan epilepsi, bila benar ada keturunan epilepsi tentu sudah sejak muda ayan itu muncul, bahkan sejak usia kanak-kanak gejalanya muncul.
Munculnya gejala epilepsi setelah usia lanjut harus menjadi petunjuk berharga awal sebuah serangan stroke sungguhan nantinya.
Bukan hanya epilepsi, kewaspadaan ditingkatkan pada mereka yang beresiko stroke yang dulunya tidak pernah susah tidur, tiba-tiba menjadi susah tidur. Yang tidak pernah migrain menjadi migrain. Yang tadinya tidak pernah limbung menjadi limbung kalau berjalan. Atau yang dulunya tidak vertigo atau pusing 7 keliling lalu muncul keluhan itu. Termasuk bila dulunya tidak pernah sering pusing atau nyeri kepala,menjadi sering begitu.

Pada intinya, bila muncul apapun gejala dan keluhan yang dianggap "tidak biasa" pada mereka yang menyimpan resiko terserang stroke, haruslah menjadi peringatan penting bakal muncul stroke sungguhan.Mengabaikannya akan berujung penyesalan. Invaliditas yang sebenarnya tidak perlu terjadi yang disisakan stroke, akan dipikul akibat gejala, tanda, dan keluhan permulaan stroke tidak diindahkan.

Hampir sebagian stroke sejatinya masih memungkinkan untuk dicegah. Memandang penting gejala permulaan stroke salah satu kiatnya. Dengan begitu sesungguhnya masih ada cukup waktu buat pasien untuk melakukan segala sesuatu dalam upaya membatalkan serangan strokenya.

Perlu diingat kembali, serangan sroke itu proses puluhan tahun yang sudah berlangsung sebelum serangan itu terjadi. Stroke terjadi sebagai ujung dari pengabaian semua faktor resiko terjadinya sroke selama puluhan tahun, jauh-jauh hari sebelum stroke terjadi.


Semoga bermanfaat, salam
Sumber:ghs
Konsultasi:hnadesul@yahoo.com( Dr. Hendrawan Nadesul )

No comments:

Post a Comment