29 June 2009

WASPADAI, BILA MENSTRUASI TIDAK NORMAL...!!

Perempuan sering dirundung masalah menstruasi, seperti pendarahan berat, rasa sakit tak tertahankan, dan siklus tidak teratur. Sebagian besar memang tidak serius, dan bersifat temporer. Namun, sebagian lagi merupakan alarm ketidak-beresan di tubuh.

Menurut Prof.DR.Dr. Biran Affandi,SpOG (K), problem menstruasi tidak bisa dipandang sepele. Sebab, hal itu akan mempengaruhi kesehatan reproduksi secara keseluruhan.
Masalah menstruasi adalah masalah perempuan masa kini, makin sering menstruasi misalnya, makin tinggi kemungkinan kelainan, sama juga dengan naik kendaraan makin sering kemungkinan kecelakaan makin besar. Begitu juga dengan siklusnya. Apa dan bagaimana problem menstruasi itu serta sejauh mana dampaknya, simak ulasan artikel berikut ini.....


MENSTRUASI SEHAT

Siklus menstruasi 'normal' cukup relatif. Usia, misalnya, ikut menentukan. Remaja putri yang baru saja menstruasi wajar bila mengalami ketidak-teraturan siklus, mengingat hormon seksnya belum stabil. Begitupun saat jelang menopause, dikarenakan fluktuasi hormon.

Tetapi, di luar periode tersebut, normalnya menstruasi datang teratur setiap bulan. Tetapi keteraturan tersebut juga dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kehamilan, penyakit,obat, stress, serta masalah seperti kista.
Lumrah saja jika siklus menstruasi tidak sama antara bulan yang satu dengan bulan yang lain.

Rumusan normal,menurut American Society for Reproductive Medicine, adalah 22-40 hari, di mana hari pertama menstruasi dihitung sejak pertama kali darah keluar dari vagina.

Misalnya, seorang perempuan terbiasa melewati siklus menstruasi 40 hari, kemudian ia mengalami siklus 22 hari, hal ini patut dicermati. Risiko siklus yang satu dengan siklus yang lain, normalnya hanya kurang-lebih 5 hari.

Sebaiknya perempuan memantau siklus menstruasi mereka selama 3 bulan berturut-turut, sebelum menyimpulkan timbulnya masalah.
Lama menstruasi yaitu periode darah keluar dari vagina, berkisar antara 2-8 hari. Rata-rata 5 hari. Di luar itu perempuan wajib waspada.


NORMAL ATAU TIDAK?

Sebelum berkonsultasi ke dokter, Anda sebaiknya mencari tahu dulu kecenderungan menstruasi Anda. Buatlah jurnal menstruasi.
Hal yang perlu diperhatikan termasuk :
* Berapa hari jarak antara menstruasi yang sebelumnya dengan yang sekarang? ( dihitung sejak darah keluar dari vagina ).
* Berapa lama periode menstruasi?
* Seberapa banyak darah yang keluar? Apakah ada hari-hari di mana darah keluar lebih banyak?
* Apakah Anda pernah mengalami flek (spotting)? kapan? Apakah setelah melakukan hubungan intim?
* Apakah Anda merasa sakit selama menstruasi? di bagian mana rasa sakit paling terasa?pada hari ke berapa paling menganggu?
* Apakah Anda mengalami gejala lain, serupa sakit kepala, sakit punggung, gangguan pencernaan, atau perasaan ingin pingsan?
* Apakah Anda terbiasa menenggak obat penghilang sakit saat menstruasi?

Lampirkan riwayat medis Anda dan keluarga. Selain itu, beritahukanlah apa yang sedang Anda alami, misalnya apakah Anda sedang stres, menjalani diet, atau baru saja melakukan aktivitas berat.

Untuk menangani penyakit akibat menstruasi, dokter biasanya akan melakukan beberapa tes, termasuk tes pelvis dan kehamilan. Denyut nadi dan tanda vital lainnya akan ditelaah. Anda pun akan diminta memberikan sampel urin dan darah. Selain itu, Anda mungkin akan menjalankan tes ultrasonografi (USG) vagina.

Bentuk tesnya tergantung dari gejala yang Anda alami, usia, hasil pemeriksaan fisik, dan penelusuran sejarah medis.
Jika menstruasi belum kunjung datang padahal Anda telah berusia di atas 16 tahun, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Banyak hal yang bisa menjadi pemicu, diantaranya pola makan yang salah, masalah hormonal, banyak pikiran atau aktivitas berat. Sebab-sebab lainnya termasuk kelainan genetis, tumor indung telur, kegagalan ovarium, organ reproduksi yang tidak berkembang sebagaimana mestinya, ataupun masalah sistem saraf dan kelenjar pituitary, yang berfungsi melepaskan hormon pemicu pubertas.

Jika menstruasi Anda normal, kemudian si "merah" absen selama sebulan atau lebih, mungkin saja Anda sedang hamil. Jika kehamilan bukanlah penyebab, beberapa faktor lain meliputi :

* Menyusui
* Penggunaan pil kontrasepsi
* Menopause
* Stress
* Kurang nutrisi
* Depresi
* Penurunan atau justru kenaikan berat badan secara signifikan
* Aktivitas yang terlalu berat
* Sakit berkelanjutan
* Problem hormonal, termasuk kelainan tiroid dan syndrom polycystic ovary (PCOS )

Terkadang menstruasi yang absen selama 1 atau 2 bulan dalam setahun wajar terjadi. Jika bulan ini Anda absen menstruasi, kemungkinan bulan depan Anda akan mengalami menstruasi yang lebih banyak karena lapisan rahim yang seharusnya meluruh semakin menumpuk.
Jika menstruasi absen selama 2 bulan berturut-turut atau lebih, padahal Anda tidak hamil, Anda perlu ekstra waspada. Risiko kanker rahim meninggi karena kadar estrogen melimpah. Di sisi lain,jika menstruasi absen karena kekurangan estrogen, maka Anda berpotensi mengalami osteoporosis.

Menstruasi tidak teratur artinya ovulasi Anda tidak lancar. Tentunya hal itu mengganggu, terutama jika Anda sedang program untuk memiliki momongan.


BERCAK

Mengeluarkan sedikit darah di luar periode menstruasi (bercak/spotting) merupakan alarm, terutama bila berlangsung cukup lama, menghantui anak di bawah 10 tahun, calon ibu, ataupun perempuan pasca menopause.
Perdarahan bercak mengisyaratkan kadar progresteron tidak cukup banyak, atau dosis pil kontrasepsinya tidak sesuai.
Penyebab pendarahan vagina yang abnormal meliputi:
* Masalah kehamilan
* Ovulasi
* Perimenopause
* Penggunaan alat intraurine
* Menyusui
* Terlalu berat beraktivitas
* Ketidak-seimbangan hormon, baik yang dipicu oleh tiroid yang overaktif, ataupun diabetes.


PENDARAHAN PARAH, LAMA, DAN MENGGUMPAL


Perempuan yang kerap mengalami pendarahan ekstrem selama menstruasi berpotensi mengalami anemia karena defisit zat besi.
Terlepas dari itu,sebenarnya normal saja jika ada banyak darah atau gumpalan darah, yang keluar pada saat menstruasi sedang banyak-banyaknya, selama tidak terjadi untuk waktu yang berkepanjangan, pada saat hamil, ataupun diluar periode menstruasi.

Bila Anda ragu dengan banyak atau sedikitnya darah yang keluar ketika menstruasi, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter ahli. Beberapa pemicu yang umum di antaranya:
* Fibroid rahim
* Kanker rahim
* Obesitas
* Masalah kesuburan, seperti endometriosis
* Ketidak-seimbangan hormonal, termasuk PCOS atau kelainan tiroid
* Kelainan darah, misalnya penyakit von Willebrand's
* Konsumsi aspirin terlalu banyak
* Penggunaan pil kontrasepsi

Perdarahan ketika menstruasi yang tidak normal, salah satu penyebabnya adalah keganasan. Tetapi biasanya dokter tidak berpikir terlalu jauh, cari dulu yang jinak, haid itu tidak teratur, pusatnya di otak, kata Biran.

Bila perempuan sedang menghadapi masalah, stres atau sedang menghadapi ujian misalnya, maka menstruasi terganggu. Karena itu, yang pertama adalah mencari penyebab faktor psikis dahulu, setelah itu faktor fisik atau kelainan

Untuk memastikan apakah keganasan atau bukan, disarankan cek teratur dengan papsmear, pemeriksaan berkala untuk antisipasi keganasan.Meski begitu jangan anggap keganasan momok. Sebab, semuanya melalui proses. Keganasan rahim misalnya, asalnya infeksi. Jadi perempuan yang suaminya suka bawa 'oleh-oleh' besar kemungkinan kena keganasan, tapi setelah puluhan tahun, sekitar 10-20 tahun.


NYERI MENSTRUASI

Diperkirakan, sekitar 40% perempuan dewasa merasakan nyeri saat menstruasi, bahkan 10% di antaranya merasa begitu tidak berdaya.
Terbilang normal jika nyeri atau sensasi seolah dipukul-pukul terjadi di bagian perut bawah sesaat menjelang atau selama beberapa hari pertama menstruasi, karena saat itu rahim sedang berkonsentrasi mendorong jaringan-jaringannya agar luruh.

Tetapi, jika rasa sakit sangat tidak tertahan, dan terjadi untuk periode yang lama, hal itu mungkin merupakan pertanda gangguan lain, termasuk :
* Endometriosis
* Peradangan pelvis (panggul )
* Penggunaan IUD
* Fibroid dan polip rahim

Sakit menstruasi lumrah terjadi sekitar beberapa hari sebelum hingga beberapa hari pertama menstruasi. Terlepas dari itu, sudah terbilang tidak normal, dan patut diperiksa.
Biran mengatakan, nyeri menstruasi berhubungan erat dengan menstruasi itu sendiri. Salah satu solusi mengatasi nyeri, bisa dengan mengonsumsi pil KB, walaupun belum menikah.

Penyebab utama nyeri menstruasi secara pasti belum diketahui sampai detik ini. Diduga, hal itu karena endometrium mengeluarkan prostaglandin yang merangsang otot polos, kalau dikeluarkan akan berkontraksi.

" Tidak semua orang mengalami nyeri haid, karena toleransinya sangat individual"

Faktor risikonya antara lain makin muda usia menstruasi pertama kali, makin mungkin mengalami nyeri haid. Untuk mengurangi nyeri haid bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya olahraga teratur serta diet seimbang.



Semoga bermanfaat, salam
Sumber: HealthToday

No comments:

Post a Comment

Loading...