10 September 2009

MASA SUBUR SESEORANG ITU DAPAT MENURUN


Walaupun sepuluh tahun lalu saat diperiksa sperma seseorang dinyatakan subur, belum tentu saat ini juga subur. Tingkat kesuburan seseorang dapat menurun akibat berbagai faktor. Sebaiknya suami dan istri periksa kesuburan secara benar dan lengkap. Bukannya saling menyalahkan satu sama lain yang akhirnya malah menimbulkan perpecahan dalam sebuah keluarga.


SUAMI DAN ISTRI PERIKSA LENGKAP

Kualitas dan kuantitas sperma tidak selamanya sama. Karena berbagai penyebab, kuantitas dan kualitas sperma dapat berubah.Jadi kalau dulu hasil pemeriksaan sperma baik, mungkin saja kini tidak baik.

Kesuburan pria, sama halnya dengan kesuburan wanita, dapat berubah karena penyebab tertentu. Jadi kalau kesuburan suami sepuluh tahun yang lalu bagus, mungkin saja kini tidak bagus lagi.


FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MENURUNNYA KESUBURAN PADA PRIA

Ada banyak faktor yang menyebabkan gangguan sperma. Antara lain menurunnya hormon testoteron, infeksi pada buah pelir, merokok berlebihan, dan pelebaran pembuluh darah di bagian buah pelir ( varikokel ).
Proses penuaan juga mengakibatkan menurunnya produksi sperma, sehingga kesuburan pria menurun di usia lanjut. Walaupun proses pembentukan sperma tidak berhenti total, pada usia lanjut, kesuburan pria juga menurun.


Kalau Anda dan suami sudah 3-5 tahun menikah, tetapi Anda belum juga hamil, pasti ada gangguan kesuburan pada salah satu dari Anda atau pada kedua belah pihak. Pemeriksaan yang benar tentu diperlukan untuk mengetahui keadaan kesuburan Anda dan suami. Selanjutnya, kalau terjadi gangguan kesuburan, perlu diketahui apa penyebabnya.


SPERMA DIKUMPULKAN

Kalau hasil pemeriksaan diri Anda dinyatakan baik, perlu ditanyakan apakah sudah termasuk saluran telur Anda? Apakah saluran telur Anda normal? Adakah penyempitan atau pembuntuan?
Suami juga mutlak perlu diperiksa, termasuk pemeriksaan sperma.
Mengenai pemeriksaan sperma, sebenarnya sperma dikumpulkan bukan dengan cara hubungan seksual, namun dengan cara masturbasi.
Jadi Anda dan suami tidak harus melakukan hubungan seksual, apalagi di Rumah Sakit. Sperma dikumpulkan dengan cara masturbasi lalu diperiksa secara laboratoris.

Disarankan, Anda dan suami mendapat pemeriksaan yang benar dan lengkap untuk mengetahui bagaimana keadaan kesuburan Anda berdua. Dari hasil pemeriksaan, dapat diketahui juga apa penyebabnya.

Dengan demikian, dapat ditentukan langkah pengobatan. Tentu saja hasilnya tidak selalu memuaskan karena tergantung apa penyebabnya.



Semoga bermanfaat, salam
Sumber: GHS
Konsultasi: Dokter Ahli Andrologi dan seksologi ( Prof. DR.Dr. Wimpie Pangkahila Sp. And./wpangkahila@yahoo.com)

No comments:

Post a Comment

Loading...