PENGERTIAN POLISITEMIA VERA
Polisitemia Vera adalah suatu keganasan derajat rendah sel-sel induk
hematopoitik dengan karakteristik peningkatan jumlah eritrosit absolut dan
volume darah total, biasanya disertai lekositosis, trombositosis dan splenomegali 1
Polisitemia Vera dapat mengenai semua umur, sering pada pasien berumur
40-60 tahun, dengan perbandingan antara pria dan wanita 2:1, di Amerika Serikat
angka kejadiannya ialah 2,3 per 100.000 penduduk dalam setahun, sedangkan di
Indonesia belum ada laporan tentang angka kejadiannya. Penyakit ini dapat terjadi
pada semua ras / bangsa, walaupun didapatkan angka kejadian yang lebih tinggi
pada orang Yahudi.
SEJARAH PV
Sejarah Polisitemia Vera dimulai tahun 1892 ketika Louis Hendri Vaquez
pertama kali menjelaskan Polisitemia Vera pada pasien dengan tanda eritrositosis
dan hepatosplenomegali. Kemudian tahun 1951 William Dameshek
mengklasifikasikan Polisitemia Vera, Trombositosis Esensial dan Mielofibrosis
Idiopatik sebagai Penyakit Mieloproliferatif. Dan baru tahun 1970 Polycythemia
Vera Study Group (PVSG) membuat kriteria diagnosis Polisitemia Vera atas
Kriteria Mayor dan Kriteria Minor.
ETIOPATOGENESIS POLISITEMIA VERA belum sepenuhnya dimengerti, suatu
penelitian sitogenetik menemukan adanya kelainan molekular yaitu adanya
kariotip abnormal di sel induk hematopoisis. yaitu kariotip 20q, 13q, 11q, 7q, 6q,
5q, trisomi 8, trisomi 9.
Dan tahun 2005 ditemukan mutasi JAK2V617F, yang
merupakan hal penting pada etiopatogenesis Polisitemia Vera.
Manifestasi klinis Polisitemia Vera terjadi karena peningkatan jumlah total
eritrosit akan meningkatkan viskositas darah yang kemudian akan menyebabkan
penurunan kecepatan aliran darah sehingga dapat menyebabkan trombosis dan
penurunan laju transport oksigen.
Kedua hal tersebut akan mengakibatkan terganggunya oksigenasi jaringan. Berbagai gejala dapat timbul karena terganggunya oksigenasi organ menyebabkan iskemia / infark seperti di otak, mata, telingga, jantung, paru, dan ekstremitas.
DIAGNOSIS PV
Diagnosis Polisitemia Vera ditegakkan dengan menggunakan kriteria
diagnosis berdasarkan Polycythemia Vera Study Group (PVSG) yang terdiri dari
Kriteria Mayor dan Kriteria Minor.
Permasalahan pada Polisitemia vera adalah dalam penatalaksanannya,karena penatalaksanaan Polisitemia Vera yang optimal masih kontroversial, dan
tidak ada terapi tunggal untuk Polisitemia Vera. Tujuan utama terapi adalah
mencegah terjadinya trombosis.
PVSG merekomendasikan plebotomoi pada semua pasien yang baru didiagnosis untuk mempertahankan hematokrit < 45 %, dan untuk mengontrol gejala.
Untuk terapi jangka panjang ditentukan berdasarkan status klinis pasien.
Sejak ditemukan mutasi JAK2V617F tahun 2005 terjadi perkembangan baru
dalam kriteria diagnosis dan juga dalam pengobatan, revisi kriteria diagnosis
dengan memasukkan pemeriksaan JAK2V617F sebagai salah satu kriteria
diagnosis sehingga diagnosis Polisitemia Vera menjadi lebih mudah, dimana
mutasi JAK2V617F ditemukan pada sebagian besar pasien Polisitemia Vera 90%
dan 50% pasien Trombositosis Esensial dan Mielofibrosis Idiopatik. Setelah
penemuan mutasi JAK2V617F mulailah berkembang terapi anti JAK2 untuk
menghambat mutasi JAK2V617F sebagai target terapi seperti yang dilaporkan
tahun 2007 pada pertemuan American Society of Hematology.
Penelitian klinik mulai dikembangkan, salah satu anti JAK2 yang sekarang digunakan adalah suatu Tirosin Kinase Inhibitor seperti Imatinib dan Erlotinib.
Dengan penemuan mutasi JAK2V617F terjadi revisi kriteria diagnosis
Polisitemia Vera sehingga diagnosis menjadi mudah dan dengan
dikembangkannya terapi anti JAK2 sehingga terapi Polisitemia Vera lebih optimal
dan angka harapan hidup pasien Polisitemia Vera menjadi lebih meningkat.
ETIOPATOGENESIS DAN KLASIFIKASI POLISITEMIA VERA
ETIOPATOGENESIS POLISITEMIA VERA
Polisitemia Vera merupakan penyakit kronik progresif dan belum
diketahui penyebabnya, suatu penelitian sitogenetik menemukan adanya kelainan
molekular yaitu adanya kariotip abnormal di sel induk hemopoisis yaitu kariotip
20q, 13q, 11q, 7q, 6q, 5q, trisomi 8, dan trisomi.
Penemuan mutasi JAK2V617F tahun 2005 merupakan hal yang penting
pada etiopatogenesis Polisitemia vera, dan membuat diagnosis Polisitemia Vera
lebih mudah. JAK2 merupakan golongan tirosin kinase yang berfungsi sebagai
perantara reseptor membran dengan molekul signal intraselulur. Dalam keadaan
normal proses eritropoisis dimulai dengan ikatan eritropoitin (EPO) dengan
reseptornya (EPO-R), kemudian terjadi fosforilasi pada protein JAK, yang
selanjutnya mengaktivasi molekul STAT ( Signal Tranducers and Activator of
Transcription), molekul STAT masuk kedalam inti sel dan terjadi proses
transkripsi.
Pada Polisitemia vera terjadi mutasi yang terletak pada posisi 617
(V617F) sehingga menyebabkan kesalahan pengkodean quanin-timin menjadi
valin-fenilalanin sehingga proses eritropoisis tidak memerlukan eritropoitin.
sehingga pada pasien Polisitemia Vera serum eritropoetinnya rendah yaitu < 4
mU/mL, serum eritropoitin normal adalah 4-26 mU/mL.
Hal ini jelas membedakan dari Polisitemia sekunder dimana eritropoetin
meningkat secara fisiologis (sebagai kompensasi atas kebutuhan oksigen yang
meningkat), atau eritopoetin meningkat secara non fisiologis pada sindrom
paraneoplastik yang mensekresi eritropoetin.
Peningkatan hemoglobin dan hematokrit dapat disebabkan karena
penurunan volume plasma tanpa peningkatan sel darah merah disebut polisitemia
relatif, misalnya pada dehidrasi berat, luka bakar dan reaksi alergi.
Gambar 1. Etiopatogenesis Polisitemia Vera10 (mv gbr blm bs ditampilkan )
Gambar 2. Algoritma Diagnosis Polisitemia Vera3 ( mv gbr blm bs ditampilkan)
Serum Eritropoitin
Low
PV Diagnosis Probable PV Diagnosis Probable
Evaluate for secondary
Normal High
Bone marrow biopsy
Histology characteristic for PV
PV Spesial testing
Consistent with PV Not consistent with PV
PV Reevaluate in 3mo
Mekanisme yang diduga menyebabkan peningkatan proliferasi sel induk
hematopoitik adalah :
1. Tidak terkontrolnya proliferasi sel induk hematopoitik yang bersifat
Neoplastik.
2. Adanya faktor mieloproliferatif abnormal yang mempengaruhi proliferasi
sel induk hematopoitik normal
3. Peningkatan sensitivitas sel induk hematopoitik terhadap eritropoitin,
Interleukin 1,3, GMCSF (Granulocyte Macrophage Colony Stimulating
Factor), Stem cell factor.
KLASIFIKASI POLISITEMIA VERA
Klasifikasi Polisitemia Vera tergantung volume sel darah merah yaitu
Polisitemia Relatif dan Polisitemia Aktual atau Polisitemia Vera, dimana pada
Polisitemia Relatif terjadi penurunan volume plasma tanpa peningkatan yang
sebenarnya dari volume sel darah merah, seperti pada pada keadaan dehidrasi
berat, luka bakar, reaksi alergi.
Sedangkan secara garis besar Polisitemia dibedakan atas Polisitemia
Primer dan Polisitemia sekunder. Pada Polisitemia Primer terjadi peningkatan
volume sel darah merah tanpa diketahui penyebabnya, sedangkan Polisitemia
sekunder, terjadinya peningkatan volume sel darah merah secara fisiologis karena
kompensasi atas kebutuhan oksigen yang meningkat seperti pada penyakit paru
kronis, penyakit jantung kongenital atau tinggal didaerah ketinggian dll,
disamping itu peningkatan sel darah merah juga dapat terjadi secara non fisiologis
pada tumor yang menghasilkan eritropoitin seperti tumor ginjal, hepatoma, tumor
ovarium dll.
Tabel 1. Klasifikasi Eritrositosis
I. Primary (Autonomaus )
A. Polycythemia vera
B. Polycythemia familial primer
II. Secondary.
A.Physiologically appropriate (decreased tissue oxygenation )
1. High altitude
2. Chronic lung disease
3. Alveolar Hypoventilation.
4. Cardiovascular right-to-left shunt
5. High oxygen affinity Hemoglobinopathy
6. Carboxyhemoglobinemia ( Smokers erythrocytosis )
7. Congenital Decreased 2,3 – diphosphoglycerate
B.Physiologically inappropriate erythropoietin
1. Tumor producing erythropoietin
a. Renal cell carcinoma
b. Hepatocelular carcinoma
c. Cerebellar hemangioblastoma
d. Uterine leiomyoma
e. Ovarian carcinoma
f. Pheochromocytoma
2. Renal diseases
a. Cysts
b. Hydronephrosis
3. Adrenal cortical hypersecretion
4. Exogenous androgens
5. Unexplained (essential )
MANIFESTASI KLINIS DAN DIAGNOSIS POLISITEMIA VERA
MANIFESTASI KLINIS POLISITEMIA VERA
Manifestasi klinis Polisitemia Vera terjadi karena peningkatan jumlah total
eritrosit akan meningkatkan viskositas darah yang kemudian akan menyebabkan
penurunan kecepatan aliran darah sehingga dapat menyebabkan trombosis dan
penurunan laju transport oksigen. Kedua hal tersebut akan mengakibatkan
terganggunya oksigenasi jaringan. Berbagai gejala dapat timbul karena
terganggunya oksigenasi organ yaitu berupa :
1. Hiperviskositas
Peningkatan jumlah total eritrosit akan meningkatkan viskositas darah yang
kemudian akan menyebabkan :
• Penurunan kecepatan aliran darah (shear rate), lebih jauh lagi akan
menimbulkan eritrostasis sebagai akibat penggumpalan eritrosit.
• Penurunan laju transport oksigen
Kedua hal tersebut akan mengakibatkan terganggunya oksigenasi jaringan.
Berbagai gejala dapat timbul karena terganggunya oksigenasi organ sasaran
(iskemia/infark) seperti di otak, mata, telinga, jantung, paru, dan ekstremitas.
2. Penurunan shear rate.
Penurunan shear rate akan menimbulkan gangguan fungsi hemostasis primer
yaitu agregasi trombosit pada endotel. Hal tersebut akan mengakibatkan
timbulnya perdarahan walaupun jumlah trombosit > 450.000/mm3. Perdarahan
terjadi pada 10 - 30 % kasus Polisitemia Vera, manifestasinya dapat berupa
epistaksis, ekimosis dan perdarahan gastrointestinal.
3. Trombositosis (hitung trombosit > 400.000/mm3).
Trombositosis dapat menimbulkan trombosis. Pada Polisitemia Vera tidak ada korelasi trombositosis dengan trombosis.
4. Basofilia
Lima puluh persen kasus Polisitemia Vera datang dengan gatal (pruritus) di
seluruh tubuh terutama setelah mandi air panas, dan 10% kasus polisitemia
vera datang dengan urtikaria suatu keadaan yang disebabkan oleh
meningkatnya kadar histamin dalam darah sebagai akibat meningkatnya
basofilia. Terjadinya gastritis dan perdarahan lambung terjadi karena
peningkatan kadar histamin.
5. Splenomegali
Splenomegali tercatat pada sekitar 75% pasien Polisitemia vera. Splenomegali
ini terjadi sebagai akibat sekunder hiperaktivitas hemopoesis ekstramedular.
6. Hepatomegali
Hepatomegali dijumpai pada kira-kira 40% Polisitemia Vera. Sebagaimana
halnya splenomegali, hepatomegali juga merupakan akibat sekunder
hiperaktivitas hemopoesis ekstramedular.
7. Gout.
Sebagai konsekuensi logis hiperaktivitas hemopoesis dan splenomegali adalah
sekuentrasi sel darah makin cepat dan banyak dengan demikian produksi asam
urat darah akan meningkat. Di sisi lain laju fitrasi gromerular menurun karena
penurunan shear rate. Artritis Gout dijumpai pada 5-10% kasus polisitemia .
8. Defisiensi vitamin B12 dan asam folat.
Laju siklus sel darah yang tinggi dapat mengakibatkan defisiensi asam folat
dan vitamin B12. Hal ini dijumpai pada ± 30% kasus Polisitemis Vera karena
penggunaan untuk pembuatan sel darah, sedangkan kapasitas protein tidak
tersaturasi pengikat vitamin B12 (Unsaturated B12 Binding Capacity) dijumpai
meningkat > 75% kasus.
9. Muka kemerah-merahan (Plethora )
Gambaran pembuluh darah dikulit atau diselaput lendir, konjungtiva
hiperemis sebagai akibat peningkatan massa eritrosit.
10. Keluhan lain yang tidak khas seperti : cepat lelah, sakit kepala, cepat lupa,
vertigo, tinitus, perasaan panas.
Manifestasi perdarahan (10-20 %), dapat berupa epistaksis, ekimosis, perdarahan
gastrointestinal menyerupai ulkus peptikum. Perdarahan terjadi karena
peningkatan viskositas darah akan menyebabkan ruptur spontan pembuluh darah
arteri. Pasien Polisitemia Vera yang tidak diterapi beresiko terjadinya perdarahan
waktu operasi atau trauma.
Tabel 2. Tanda dan gejala Polisitemia Vera
Signs and Symptoms of Polycythema vera
More common Less Common
• Hematocrit level > 52 % inwhite
men, > 47 % in blacks and
women
• Hemoglobin Level > 18 g / dL in
white men, > 16 g / dL in blacks
and women
• Plethora
• Pruritus after bathing
• Splenomegaly
• Weight loss
• Sweating
• Bruising/epistaxis
• Budd-chiari Syndrome
• Erythromelalgia
• Gout
• Hemorrhagic Events
• Hepatomegaly
• Ischemic digit
• Thrombotic events
• Transient Neuralgic
Complaints(headache,
tinnitus Dizziness, blurred)
• Atypical chest pain
Tanda dan gejala yang predominan terbagi dalam 3 fase:
1. Gejala awal (early symptoms )
Gejala awal dari Polisitemia Vera sangat minimal dan tidak selalu ada
kelainan walaupun telah diketahui melalui tes laboratorium. Gejala awal
biasanya sakit kepala (48 %), telinga berdenging (43 %), mudah lelah (47 %),
gangguan daya ingat, susah bernafas (26 %), hipertensi (72 %), gangguan
penglihatan (31 %), rasa panas pada tangan / kaki (29 %), pruritus (43 %),
perdarahan hidung, lambung (24 %), sakit tulang (26 %).
2. Gejala akhir (later symptom) dan komplikasi
Sebagai penyakit progresif, pasien Polisitemia Vera mengalami perdarahan /
trombosis, peningkatan asam urat (10 %) berkembang menjadi gout dan
peningkatan resiko ulkus peptikum.
3. Fase Splenomegali (Spent phase )
Sekitar 30 % gejala akhir berkembang menjadi fase splenomegali. Pada
fase ini terjadi kegagalan Sum-sum tulang dan pasien menjadi anemia berat,
kebutuhan tranfusi meningkat, hati dan limpa membesar.
DIAGNOSIS POLISITEMIA VERA
Polisitemia Vera merupakan Penyakit Mieloproliferatif, sehingga dapat
menyulitkan dalam menegakkan diagnosis karena gambaran klinis yang hampir
sama, sehingga tahun 1970 Polycythenia Vera Study Group menetapkan kriteria
diagnosis berdasarkan Kriteria mayor dan Kriteria minor.1.2
Tabel 3. Kriteria Diagnosis menurut Polycythemia Vera Study Group 1970 :
KRITERIA MAYOR
KRITERIA MINOR
1. Massa eritrosit : laki-laki >36 ml / kg, perempuan > 32 ml / kg
2. Saturasi Oksigen > 92 %
3. Splenomegali
1. Trombositosis > 400.000 / mm3
2. Lekositosis > 12.000 / mm3
3. Aktivasi Alkali fosfatase lekosit >100 ( tanpa ada demam / infeksi )
4. B 12 serum > 900 pg / ml atau UBBC(Unsaturated B12 Binding Capasity )> 2200pg /ml
DIAGNOSIS POLISITEMIA VERA
kriteria mayor, atau
kriteria mayor pertama + 2 kriteria minor
Beberapa kriteria ( alkali fosfatase lekosit, B12 serum,UBBC) dianggap
kurang sensitif, sehingga dilakukan revisi kriteria diagnostik Polisitemia Vera
sebagai berikut:
Kriteria kategori A :
A1. Peningkatan massa eritrosit lebih dari 25 % diatas rata-rata angka normal.
A2. Tidak ada penyebab polisitemia sekunder.
A3. Splenomegali
A4. Petanda klon abnormal (Kariotipe abnormal ).
Kriteria kategori B :
B1. Trombositosis : 400.000/mm3
B2. Leukositosis : 12.000/mm3 (tidak ada infeksi).
B3. Splenomegali pada pemeriksaan radio isotop atau ultrasonografi
B4. Penurunan serum eritropoitin.
Diagnosis Polisitemia Vera : Kategori A1 +A2 dan A3 atau A4 atau Kategori A1 + A2 dan 2 kriteria kategori B.
Sejak ditemukan mutasi JAK2V617F tahun 2005, maka diusulkan
pemeriksaan JAK2 sebagai kriteria diagnosis Polisitemia Vera.
Tabel 4. KRITERIA DIAGNOSIS POLISITEMIA YANG DIUSULKAN.
A1 Peningkatan volume sel darah merah > 25 % diatas normal atau hemaktorit
> 60 % pada laki-laki atau > 56 % pada wanita
A2 Tidak adanya penyebab lain Eritrositosis
A3 Splenomegali
A4 Ditemukannya mutasi JAK2 V617F atau Sitogenetik abnormal lainnya
B1 Trombositosis ( Trombosit > 400.000/mm3)
B2 Lekositosis (Lekosit > 10.000/mm3 , >12.500/mm3 pada perokok)
B3 Splenomegali (radiologi)
B4 Rendahnya serum eritropoitin
Diagnosis Polisitemia Vera : A1 + A2 + A yang lain atau 2 Kriteria B.
Pemeriksaan Laboratorium1.
1. Eritrosit,
Peningkatan >6 juta/mL, dan sediaan apus eritrosit biasanya normokrom,
normositik kecuali jika terdapat transisi ke arah metaplasia mieloid.
2. Granulosit, meningkat pada 2/3 kasus Polisitemia Vera, berkisar antara 12-
25.000 /mL tetapi dapat sampai 60.000 /mL.
3. Trombosit, berkisar antara 450-800 ribu/mL, bahkan dapat > 1 juta/mL sering didapatkan dengan morfologi trombosit yang abnormal.
4. B12 serum
B12 serum dapat meningkat pada 35% kasus, tetapi dapat pula menurun, pada
± 30% kasus, dan UBBC meningkat pada > 75% kasus Polisitemia Vera.
5. Pemeriksaan Sumsum Tulang (SST)
Pemeriksaan ini tidak diperlukan untuk diagnostik, kecuali bila ada kecurigaan
penyakit mieloproliferatif. Sitologi SST menunjukkan peningkatan selularitas
seri eritrosit, megakariosit dan mielosit.
6. Peningkatan Hemoglobin berkisar 18-24 gr/ dl
7. Peningkatan Hematokrit dapat mencapai > 60 %
8. Viskositas darah meningkat 5-8 kali normal
9. UBBC (Unsaturated B12 Binding Capasity ) meningkat 75 % penderita.
10. Pemeriksaan Sitogenetik, dapat dijumpai kariotip 20q,13q, 11q, 7q, 6q, 5q,
trisomi 8 dan trisomi 9.
11. Serum eritropoitin,
Pada Polisitemia Vera serum eritropoitin menurun atau normal sedangkan
pada Polisitemia sekunder serum eritropoitin meningkat 6.
12. Pemeriksaan JAK2V617F ditemukan 90% pasien Polisitemia Vera dan 50%
pasien Trombositosis Esensial dan Mielofibrosis Idiopatik.
Di India tahun 2006, dari 77 pasien Myeloproliferative Disorders,
didapatkan positif pemeriksaan JAK2V617F pada 80% pasien polisitemia vera,
70% pada pasien Trombositosis Esensial dan 51 % pada pasien IMF.14 Untuk
mengetahui peranan mutasi invivo ditranplantasikan SST dengan JAK2V617F
pada tikus sehingga tikus tersebut menderita Polisitemia Vera.15
PENATALAKSANAAN POLISITEMIA VERA
Penatalaksanan Polisitemia Vera yang optimal masih kontroversial, tidak
ada terapi tunggal untuk Polisitemia Vera. Tujuan utama terapi adalah mencegah
terjadinya trombosis. PVSG merekomendasikan plebotomoi pada semua pasien
yang baru didiagnosis untuk mempertahankan hematokrit <45% untuk mengontrol
gejala. Untuk terapi jangka panjang ditentukan berdasarkan status klinis pasien.
Setelah penemuan mutasi JAK2V617F mulailah berkembang terapi anti
JAK2V617F seperti yang dilaporkan tahun 2007 pada pertemuan American
Society of Hematology. Obat ini dapat menghambat mutasi JAK2V617F. Suatu
alternatif anti JAK2 yang digunakan sekarang adalah Tirosin Kinase Inhibitor
seperti Imatinib dan Erlotinib.
PRINSIP PENGOBATAN
1. Menurunkan viskositas darah sampai ketingkat normal dan mengendalikan
eritropoisis dengan plebotomi.
2. Menghindari pembedahan elektif pada fase eritrositik / polisitemia yang
belum terkendali.
3. Menghindari obat yang mutagenik, teratogenik dan berefek sterilisasi pada
pasien usia muda.
4. Mengontrol panmielosis dengan fosfor radioaktif dosis tertentu atau
kemoterapi pada pasien di atas 40 tahun bila didapatkan :
• Trombositosis persisten di atas 800.000/mL, terutama jika disertai
gejala trombosis.
• Leukositosis progresif.
• Splenomegali yang simtomatik atau menimbulkan sitopenia .
• Gejala sistemis yang tidak terkendali seperti prunitus, penurunan
berat badan atau hiperurikosuria yang sulit diatasi.
Does patient have the three major criteria of the first two major criteria and any two
Major criteria
• Red blood cel mass > 36 mL per kg
in men or
• Oxygen saturation > 92 percent
• Splenomegaly
Minor criteria
• Leukocyte alkaline phosphatase > 100 U/L
• Platelet count > 400.000 / mm3
• White blood cell count > 12.000 / mm3
• Serum vitamin B12 level > 900 pg / ml or
serum Unsaturated vitamin B12 binding
capacity > 2.200 pg per ml
Gambar 3. Algoritma untuk Evaluasi dan Penatalaksanaan Polisitemia Vera
Evaluation of polycythemia vera
Hemoglobin level > 18 g / dl or hematocrit level > 52 % in
white men
Hemoglobin level > 16 g / dL or hermatocrit level > 47% in
blacks and women
Splenomegaly with of without thrombocytosis and leukocytosis
portal venous thrombosis
No Do not pursue work up
for polycythemia
Yes
Is there a secondary cause of polycythemia
vera
Yes
Treat underlying problem
No
Yes
Polycythemia vera
Consider haematology consultation
Major treatment options
• Phlebotomy
• Hydroxyurea (hydria) with of without
phlebotomy
• Interferon alfa – 2b (intron A)
Not polycyhemia vera
Consider alternate
diagnosis and
hematology consulation
No
MEDIA PENGOBATAN
1.Plebotomi
Plebotomi merupakan pengobatan yang adekuat bagi pasien polisitemia
selama bertahun-tahun dan merupakan pengobatan yang dianjurkan.
Indikasi plebotomi :
• Polisitemia vera fase polisitemia.
• Polisitemia sekunder fisiologis hanya dilakukan jika Ht > 55% .
• Polisitemia sekunder nonfisiologis bergantung beratnya gejala yang ditimbulkan.
Pada Polisitemia Vera tujuan plebotomi adalah mempertahankan
hematokrit 45%, untuk mencegah timbulnya hiperviskositas dan penurunan
shear rate. Manfaat plebotomi disamping menurunkan sel darah merah juga
menurunkan viskositas darah kembali normal sehingga resiko timbulnya
trombosis berkurang.
Terapi plebotomi sendiri tidak dapat diberikan pada semua pasien, karena
pasien tua tidak dapat mentolerir plebotomi karena status kardiopulmoner.
Dengan plebotomi saja angka harapan hidup lebih dari 12 tahun, tapi
dengan terapi plebotomi saja akan meningkatkan terjadinya trombosis dalam 3
tahun pertama terapi, karena buruknya komplikasi plebotomi, peningkatan
splenomegali, lekosit dan trombosit sebaiknya dipertimbangkan untuk diberikan
terapi sitoreduksi.13 yaitu Klorambusil dan 32P, walaupun dengan terapi
sitoreduksi ini akan meningkatkan kejadian leukemia akut, sehingga PVSG
menyarankan terapi dengan Hidroksiurea plus plebotomi untuk menurunkan
kejadian trombosis dan leukemia akut.
Penelitian pertama dari Polycythemia Vera Study Group (PSVG) antara
tahun 1967 sampai tahun 1974 pada 431 pasien Polisitemia vera, pasien diterapi
dengan plebotomi saja, sebagian dengan 32 P plus plebotomi dan sebagian lagi
dengan Klorambusil 10 mg/ hari plus plebotomi selama 6 minggu. Pasien yang
diterapi dengan plebotomi saja angka harapan hidup 13,9 tahun, dan yang diterapi
dengan 32 P plus plebotomi 11,8 tahun serta dengan Klorambusil plus plebotomi
8,9 tahun. Penyebab kematian pada ketiga grup tersebut berbeda, pasien dengan plebotomi saja kematian dalam 3 tahun pertama disebabkan karena komplikasi
trombosis sedangkan yang diterapi dengan mielosupresi terjadi karena leukemia
akut.
PVSG merekomendasikan plebotomi disarankan pada semua pasien untuk
mempertahankan hematokrit < 45 %. Untuk pasien yang rendah resiko trombosis,
umur dibawah 60 tahun, tidak ada riwayat trombosis, tidak disarankan
penambahan terapi. Sedangkan pasien dengan resiko tinggi trombosis atau sering
plebotomi pilihannya adalah agen mielosupresi. Pasien tua dapat diterapi dengan
32P, Busulfan atau Pipobroman sedangkan Hidroksiurea dipertimbangkan sebagai
terapi pilihan pada usia muda.
Walaupun sudah ada rekomendasi PVSG, dari 1006 anggota American
Society of Hematology terdapat perbedaan dalam terapi, dimana 69 % yang
menggunakan plebotomi sebagai pilihan pertama, Hidroksiurea hanya 28 %.
Sedangkan di Eropah dari 1638 pasien dengan umur rata-rata 60,4 tahun yang
mengunakan plebotomi saja 47-77 %, Hidroksiurea 43-75 % sedangka 32 P : 0-11%.
Prosedur Plebotomi :
• Pada permulaan, plebotomi 500 cc darah 1-3 hari sampai hematokrit < 55 %,
kemudian dilanjutkan plebotomi 250-500 ml/minggu, hematokrit
dipertahankan < 45 %. Pada pasien yang berumur > 55 tahun atau penyakit
vaskular aterosklerotik yang serius, plebotomi hanya boleh dilakukan dengan
prinsip isovolemik yaitu mengganti plasma darah yang dikeluarkan dengan
cairan pengganti plasma, untuk mencegah timbulnya bahaya iskemia serebral
atau jantung karena status hipovolemik. Penyakit yang terkontrol memerlukan
plebotomi 1-2 kali 500ml setiap 3-4 bulan. Bila plebotomi diperlukan lebih
dari 1 kali dalam 3 bulan, sebaiknya dipilih terapi lain.
• Sekitar 200 mg besi dikeluarkan pada tiap 500 mL darah, defisiensi besi
merupakan efek samping pengobatan plebotomi berulang, defisiensi besi ini
diterapi dengan pemberian preparat besi.
Kemoterapi
Tujuan pengobatan kemoterapi adalah sitoreduksi. Saat ini lebih
dianjurkan menggunakan Hidrokiurea salah satu sitostatik golongan obat
antimetabolik, sedangkan penggunaan golongan obat alkilasi sudah banyak
ditinggalkan atau tidak dianjurkan lagi karena efek leukemogenik dan
mielosupresi yang serius.
Indikasi penggunaan kemoterapi :
1. Hanya untuk Polisitemia rubra primer .
2. Plebotomi sebagai pemeliharaan dibutuhkan > 3 kali sebulan.
3. Trombositosis yang terbukti menimbulkan trombosis.
4. Urtikaria berat yang tidak dapat diatasi dengan antihistamin
5. Splenomegali simtomatik / mengancam ruptur limpa.
A. Hidroksiurea
Dengan dosis 500-2000 mg/m2/hari atau diberikan sehari 2 kali dengan
dosis 10-15 mg/kg BB/kali, jika telah tercapai target dapat dianjurkan dengan
pemberian intermiten untuk pemeliharaan.
Tahun 1970 PVSG mengunakan Hidroksiurea suatu antimetabolit yang
mencegah sintesa DNA dengan menghambat enzim ribonukleosid reduktase pada
51 pasien dengan angka harapan hidup 8,6-25,3 tahun.
Efektivitas dan keamanan Hidroksiurea pada pasien juga dilaporkan di
Prancis oleh Najean dkk, dimana 292 pasien yang berumur dibawah 65 tahun
diterapi dengan Hidroksiurea atau Pipobroman dan difollow up dari tahun 1980-
1997, tidak ada perbedaan angka harapan hidup, tapi terjadi peningkatan progresif
menjadi mielofibrosis pasien yang diterapi dengan Hidroksiurea (26 kasus)
dibanding Pipobroman (3 kasus).
B. Klorambusil
Leukeran 2 mg/tablet dengan dosis induksi 0,1-0,2 mg/kg/BB/hari selama
3-6 minggu dan dosis pemeliharaan 0,4 mg/kgBB tiap minggu.
C. Busulfan
Mileran 2 mg/tablet, dosis 0,06 mg/kgBB/hari atau 1,8 mg/m2 hari, jika
telah tercapai target dapat dilanjutkan dengan pemberian intermiten untuk
pemeliharaan.
Di Eropah Penelitian Eropean Organisation for Research and Treatment
of Cancer (EORTC) pada 293 pasien Polisitemia Vera yang menggunakan
Busulfan dibandingkan dengan 32P dan diikuti selama 8 tahun ternyata angka
harapan hidup Busulfan lebih baik dibanding 32P (70 % vs 55%), tidak ada
perbedaan resiko terjadinya leukemia akut (2 % vs 1,4%).
Terapi sitoreduksi efektif mencegah trombosis tapi dapat meningkatkan
tranformasi hematologi, jadi sebenarnya ada 2 tujuan terapi yaitu meminimalkan
komplikasi trombosis dan mencegah progresi menjadi mielofibrosis atau leukemia
akut.
D.Interferon α
Interferon α juga efektif dibandingkan dengan terapi lain, untuk
menghindari komplikasi hematologi yang berhubungan dengan plebotomi yang
agresif atau terapi Hidroksiurea dan dapat memperlambat perkembangan
mielofibrosis jika digunakan lebih awal dan mempunyai kontrol yang baik dari
proliferasi megakariosit dan menurunkan trombosit, serta mencegah trombosis.
Dimulai dengan dosis 1 juta unit tiga kali seminggu.
Suatu penelitian pada 11 orang pasien Polisitemia Vera yang diterapi
dengan interferon saja sel darah dapat normal setelah 6-12 bulan17 .
Suatu penelitian pada 279 pasien yang menggunakan inteferon dapat
menurunkan hematokrit <45 % pada 50 % tanpa plebotomi, 77 % dapat
menurunkan splenomegali.
Interferon sering digunakan untuk pasien muda karena tidak berkembang
menjadi leukemogenik atau teratogenik dan terapi pilihan untuk ibu hamil tapi
harganya mahal dan diberikan secara parenteral serta mempunyai efek samping
sehingga sering pasien menghentikan pengobatan.
E.Posfor Radioktif (32P)
Posfor radioaktif ditangkap lebih banyak oleh sel yang membelah cepat
dari pada sel normal. 32P terkonsentrasi di sum-sum tulang dan efektif untuk
terapi Polisitemia Vera. Sebelum pemberian terapi 32P dilakukan plebotomi
sampai hematokrit normal. Pengobatan ini efektif, mudah dan relatif murah untuk
pasien yang tidak kooperatif atau dengan keadaan sosioekonomi yang tidak
memungkinkan untuk berobat secara teratur. 32P pertama kali diberikan dengan
dosis sekitar 2-3 mCi/m2 secara intravena, apabila diberikan per oral maka dosis
dinaikkan 25%.
Suatu penelitian di Paris sejak tahun 1979 pada 461 pasien Polisitemia
Vera yang berumur >65 tahun mendapat Hidroksiurea 5-10 mg/kg BB/hari setelah
induksi remisi pemberian 32 P dan pasien diobservasi sampai meninggal (juni
1996). Dari penelitian tersebut pemberian Hidroksiurea tidak menurunkan resiko
mielofibrosis (insidennya 20 % setelah 15 tahun ), dan juga tidak menurunkan
resiko komplikasi vaskular.
Tahun 1970 PVSG mencoba untuk menurunkan penyebab kematian pada
PVSG 01. Pada penelitian PVSG 05 menurunkan target hematokrit < 45%
dibanding plebotomi plus aspirin ( 900 mg / hari ) dan dipiridamol 225 mg/hari
dibanding dengan plebotomi plus 32P tapi penelitian diakhiri cepat ( 1,2 tahun)
karna tingginya insiden pendarahan gastrointestinal dan juga tidak adanya
penurunan kejadian trombosit.13 Penggunaan aspirin dosis tinggi tidak akan
memperbaiki trombosis tapi malahan akan meningkatkan resiko perdarahan
gastrointestinal.6 Banyak penelitian yang menyarankan penggunaan dosis rendah
aspirin (40-100 mg perhari) untuk mencegah trombosis.
Tabel 5 .Obat Mielosupresi untuk Polisitemia Vera 12
Obat miolosupresi dapat menurunkan trombosis tapi penggunaannya dapat
meningkatkan transformasi menjadi leukemia akut, ini merupakan dilema maka
terapi yang direkomendasi adalah Hidroksiurea ditambah aspirin dosis rendah
karna Hidroksiurea dapat mencegah trombosis dan sedikit bersifat leukomogenik.
Setelah penemuan mutasi JAK2V617F mulailah berkembang terapi anti
JAK2V617F seperti yang dilaporkan tahun 2007 pada pertemuan American
Society of Hematology. Manfaat obat ini dapat melawan JAK2V617F .Suatu
Agent Class Common side
Effects
Uncommon
Side effects Precautions
Hydroxyure
a (hydria)
Antimetabolite Anemia
neutropenia, oral
ulcers, skin
hyperpigmentation,
nail changes
Leg ulcers,
nausea,
diarrhea fever.
elevated liver
function test
results
Renal disease
Recombinant
interferon
alfa – 2b
(intron A)
Myelosuppressive Influenza- like
symptoms fatigue,
anorexia, weight,
loss, alopecia
headache, nause,
insomnia, body
pain
Confusion,
depression
autoimmunity,
hyperlipidemia
Psychiatric
disease
cardiovascular
disease
Radioactive
phisphorus
(32P)
Radiopharmaceutical Anemia,
thrombocytopia,
leukopenia
leukemia many
develop after
treatment
Diarrhea fever,
nausea emesis
Busulfan
(myleran)
Alkylating agent Pancytopenia
hyperpigmentation,
ovarian
suppression
Pulmonary
fibrosis,
leukemia,
seizure,
hepatic
venoocclusion
Seizure
disorder
alternatif anti JAK2 terapi yang digunakan sekarang adalah Tirosin Kinase
Inhibitor seperti Imatinib dan Erlotinib.
Suatu penelitian dengan menggunakan Imatinib dosis tunggal 200-400 mg
dapat menurunkan splenomegali.16 Sedangkan Cortes dkk menggunakan Imatinib
pada 14 orang pasien Polisitemia vera, 10 orang (71%) dari 14 pasien terjadi
penurunan splenomegali 30-100 %.
Penelitian Jones dan kawan - kawan pada 9 orang pasien Polisitemia Vera
yang diterapi dengan Imatinib ( Tirosin Kinase Inhiditor ) 800 mg/hari efektif
menurunkan penggunaan plebotomi, menurunkan trombosit, menurunkan ukuran
lien. Tapi penelitian klinik penggunaan obat ini masih terbatas.
Gambar4. Penatalaksanaan pasien dengan Polisitemia Vera.
Diagnosis of PV
Phlebotomy to maintain
Hematocrit < 45%
If: poor compliance to phlebotomy, or
Progressive myeloproliferation
(splenomegaly, leukocytosis and thrombocytosis),
Or high risk of thrombosis
Cytoreductive therapy
Interferon
Preferred in younger
patiens(< 50 years)
Hydroxyurea
Preferred in middle-aged
patient (50-70 years)
Busulfan or 32P in
elderly patients
(>70 years)
Tabel 6. TERAPI POLISITEMIA VERA YANG DIREKOMENDASIKAN.
1. Plebotomi untuk mempertahankan hematokrit < 45%
2. Aspirin dosis rendah ( jika tidak ada kontra indikasi )
3. Terapi faktor resiko trombosis secara agresif ( perokok hipertensi hiperkolesterolemia, obesitas )
4. Pertimbangkan sitoreduksi jika:
(i) Pasien tidak toleransi dengan plebotomi
(ii) Trombositosis
(iii) Spenomegali progresif
5. Pilihan terapi sitoreduksi
(i) Umur < 40 tahun – Interferon α
(ii) Umur > 40 tahun – Hidroksiurea
Terapi kejadian akut
1. Pendarahan jarang terjadi pada Polisitemia Vera biasanya terjadi pada pasien
dengan trombosit > 1500.000 /mm3, pendarahan serius biasanya terjadi karna
komplikasi obat anti trombosis sehingga obat ini sebaiknya dihindari pada
pasien yang sudah ada riwayat pendarahan atau pasien yang mempunyai risiko
tinggi pendarahan. Terapi pendarahan dengan Hidroksiurea atau
antifibrinolitik.
2. Trombosis diterapi dengan LMWH dilanjutkan dengan walfarin.
Eritromelalgia diterapi dengan loading dose aspirin 300-500 mg/hari
kemudian dilanjutkan 100 mg/hari. Pruritus diterapi dengan siproheptadin
atau dengan interferon α.
ECLAP membandingkan 518 pasien yang mendapat aspirin 100 mg/hari
dengan yang tidak, tidak ada perbedaan kematian karna kardiovaskuler atau
pendarahan tapi terapi dengan aspirin menurunkan resiko infark miokard, strok,
trombosis vena, hasil menyarankan dosis rendah aspirin dapat menurunkan
komplikasi trombosis.
PEMBEDAHAN PADA PASIEN POLISITEMIA VERA
A. Pembedahan Darurat
Pembedahan pada pasien Polisitemia Vera sebaiknya ditunda atau
dihindari. Dalam keadaan darurat, dilakukan plebotomi agresif dengan prinsip
isovolemik dengan mengganti plasma yang terbuang dengan plasmafusin 4%
atau cairan plasma ekspander lainnya, bukan cairan isotonis / garam fisiologis,
suatu prosedur yang merupakan tindakan penyelamatan hidup.
Splenektomi sangat berbahaya untuk dilakukan pada semua fase
polisitemia, dan harus dihindari karena dalam perjalanan penyakitnya jika
terjadi fibrosis sumsum tulang organ inilah yang diharapkan sebagai
pengganti.
B. Pembedahan Berencana
Pembedahaan berencana dapat dilakukan setelah pasien terkendali.
Lebih dari 75% pasien dengan Polisitemia vera tidak terkendali atau belum
diobati akan mengalami perdarahan atau komplikasi trombosis pada
pembedahan. Diperkirakan sepertiga dari pasien tersebut akan meninggal.
Angka komplikasi akan menurun jika eritrositosis sudah dikendalikan sebelum
pembedahan.
Suatu penelitian retrospektif multisenter dari Januari 1985 sampai
dengan 31 Juli 2005 di Italia memperkirakan frekuensi trombosis dan
pendarahan pasien Polisitemia Vera dan Trombosis Esensial setelah operasi
yaitu dari 105 pasien Polisitemia Vera dan 150 pasien Trombositosis esensial
dari total 311 operasi, pada 169 pasien ( 54,3% ) mendapat heparin subkutan,
anti platelet 48% (15,4% ), 188 orang (74%) dari 255 pasien mendapat terapi
sitoreduksi sebelum operasi, setelah follow up 3 bulan terdapat 12 pasien
dengan trombosis arteri dan 12 pasien dengan trombosis vena, 23 pasien
mengalami pendarahan mayor dan 7 pendarahan minor dan 5 kematian, tidak
ada perbedaan pendarahan dengan tipe diagnosis atau penggunaan anti
trombosis profilak atau tipe operasi. Penelitian menyimpulkan tingginya
trombosis arteri setelah operasi walaupun sudah dikontrol dengan plobetomi
dan anti trombosis profilak.
The European Collaboration on Low dose Aspirin in Polycythemia Vera (ECLAP) merekomendasikan penggunaan aspirin dosis rendah untuk
semua pasien Polisitemia Vera kecuali pada pasien yang ada riwayat
perdarahan sedangkan Stevano menyatakan pasien yang ada riwayat
pendarahan seperti ulkus lambung dapat ditambahkan terapi PPI. Diagnosa
awal dan penggunaan aspirin dan sitoreduksi menurunkan insiden
tromboisis.
Dari penelitian terapi pada pasien Polisitemia vera dapat disimpulkan
bahwa tidak ada terapi tunggal untuk pasien Polisitemia vera, terapi yang
direkomendasikan adalah plebotomi disarankan pada semua pasien yang baru
didiagnosis untuk mempertahankan hematokrit < 45%, untuk mencegah
trombosis sebagai komplikasi plebotomi dapat diberikan kemoterapi dan yang
dianjurkan adalah Hidroksiurea karena mempunyai efek leukemogenik yang
rendah.
Pengobatan Suportif
1. Hiperurisemia diobati dengan alopurinol 100-300 mg/hari. Gout arthritis dapat
terjadi pada 10 % pasien Polisitemia vera. Pada serangan akut terapinya sama
dengan gout primer dengan kolkisin dan penilbutazon.
2. Pruritus
Pruritus ini disebabkan proliferasi sel mast dan basofil atau pelepasan
prostaglandin dan serotonin. Terapi dapat diberikan antihistamin jika pruritus
memburuk dengan terapi plebotomi, interferon α dapat mengontrol pruritus.
Suatu penelitian 397 pasien Polisitemia Vera 48 % dengan keluhan pruritus.
3. Gastritis / ulkus peptikum dapat diberikan penghambat reseptor H2.
4. Eritromelalgia, jarang terjadi (3%)
5. Trombositosis dan disfungsi trombosit.
Penggunaan aspirin dosis tinggi tidak akan memperbaiki trombosis tapi
malahan akan meningkatkan resiko perdarahan gastrointestinal.6 Banyak
penelitian yang menyarankan penggunaan dosis rendah aspirin (40-100 mg
perhari) untuk mencegah trombosis.
PROGNOSIS
Polisitemia adalah penyakit kronis dan bila tanpa pengobatan kelangsungan
hidup penderita rata-rata 18 bulan. Dengan Plebotomi kelangsungan hidup 13,9
tahun, dengan terapi 32 P kelangsungan hidup 11,8 tahun dan 8,9 tahun pada
penderita dengan terapi klorambusil.
Penyebab utama morbiditi dan mortaliti adalah:
1. Trombosis, dilaporkan pada 15-60 % pasien, tergantung pada pengendalian
penyakit tersebut dan 10-40 % penyebab utama kematian.
2. Kompilkasi perdarahan timbul 15-35 % pada pasien polisitemia vera dan 6-
30% menyebabkan kematian.
3. Terdapat 3-10 % pasien Polisitemia vera berkembang menjadi mielofibrosis
dan pansitopenia.
4. Polisitemia Vera dapat berkembang menjadi leukemia akut dan sindrom
mielodisplasia pada 1,5 % pasien dengan pengobatan hanya plebotomi.
Peningkatan resiko tranformasi 13,5 % dalam 5 tahun dengan pengobatan
Klorambusil dan 10,2 % dalam 6-10 tahun pada pasien dengan terapi32 P.
Terdapat juga 5,9 % dalam 15 tahun resiko terjadinya tranformasi pada pasien
dengan pengobatan Hidroksiurea. Insiden leukemia akut meningkat pada pasien
yang mendapat 32 P atau kemoterapi dengan Khlorambusi.
Tabel 7 . Faktor resiko Polisitemia Vera
Risk category Risk factors
Low risk Age younger than 60 years and no
history of thrombocytosis and platelet
count lower than 150.000 / mm3
Interminate risk Age younger than 60 years and no
history of thrombocytosis and either
platelet count higher than 150.000/
mm3 or presence of cardiovascular risk factors
High risk Age 60 years or older positive history of thrombosis
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Polisitemia Vera merupakan penyakit yang termasuk Penyakit
Mieloproliferativ.
2. Etiopatogenesis Polisitemia Vera belum sepenuhnya dimengerti, tetapi
penelitian sitogenetik menyatakan adanya kelainan molekular yaitu kariotip
abnormal di sel induk hematopoisis. Dan tahun 2005 ditemukan mutasi
JAK2V617F, ini merupakan hal penting pada etiopatogenesi PV
3. Manifestasi klinis Polisitemia Vera terjadi karena peningkatan jumlah total
eritrosit akan meningkatkan viskositas darah yang kemudian akan
menyebabkan penurunan kecepatan aliran darah sehingga dapat menyebabkan
trombosis dan penurunan laju transport oksigen.
4. Penatalaksanaan Polisitemia Vera pada prinsipnya menurunkan hematokrin
untuk mencegah terjadinya komplikasi trombosis.
5. Penemuan Mutasi JAK2V617F tahun 2005 membuat diagnosis Polisitemia
Vera menjadi lebih mudah mulailah berkembang terapi anti JAK2V617F
Saran
Perlunya penelitian klinik tentang penggunaan terapi anti JAK2V617F
sebagai terapi target sehingga angka harapan hidup pasien Polisitemia Vera
meningkat.
Semoga bermanfaat,
Salam
Dunia ini terlalu luas untuk diri kita, namun jangan sampai kita berhenti mencari dan mencari serta berusaha, bagai udara dan nafas kita yang setiap detik kita butuhkan, marilah bersama kita berbagi informasi, semoga bermanfaat bagi para pembaca/BLOGGER dimanapun/ siapapun/ kapanpun...
Showing posts with label KESEHATAN ( healthy ). Show all posts
Showing posts with label KESEHATAN ( healthy ). Show all posts
26 March 2012
22 March 2012
SAKIT MAAG?
Semua orang pasti pernah sakit maag. Tapi sayangnya saat mengatasi penyakit lambung ini banyak yang terjebak mitos-mitos yang belum tentu kebenarannya. Hasilnya bukan malah sembuh tapi tambah parah.
Bagi siapa saja yang tidak mampu mengatur pola makannya dengan baik dan benar atau terbiasa membiarkan perut dalam keadaan kosong, tidak lama lagi pasti akan merasakan rasa sakit perut yang begitu menyiksa.Bila maag sudah menyerang, ulu hati Anda serasa ditusuk-tusuk.Anda pun akan merasa serba salah, diisi makanan pun, lambung seolah berontak. Sementara bila didiamkan Anda akan merasa lapar plus sakit pada ulu hati. Kalau sudah begini , mau tidak mau semua aktifitas akan terhenti.
Langkah awal yang perlu Anda ketahui, adalah memahami apa itu sakit maag dan tidak terjebak dengan mitos-mitos yang menyesatkan. Karena kebanyakan penderita lebih percaya mitos dibanding mempelajari apa penyebab sakit maag dan cara tepat mengatasinya. Akhirnya, sakit maag yang di derita bertambah parah.
FAKTA DIBALIK MITOS SAKIT MAAG YANG BERKEMBANG DI MASYARAKAT
1. MITOS SAKIT MAAG ADALAH PENYAKIT RINGAN
FAKTA: Sejatinya, sakit maag yang terlalu sering kambuh dapat berdampak pada produktivitas, aktifitas harian dan kualitas hidup penderitanya.Gejala sakit maag yang tidak segera diatasi bisa menyebabkan pendarahan pada lambung, sehingga si penderita bisa muntah darah. Bahkan bisa terkena kanker lambung hingga komplikasi penyakit lain.
Menurut WHO, 1,7 milyar penduduk dunia menderita maag. Di Indonesia sendiri menunjukkan 5 dari 10 pekerja mengalami sakit maag. Jumlah yang cukup fantastis, melebihi penyakit demam berdarah, HIV,AIDS,KISTA,KANKER atau TUMOR.
2. MITOS SAKIT MAAG MURNI KARENA KESALAHAN PRIBADI.
FAKTA: Sakit ini merupakan medis dengan penyebab biologis yang riil. Bukan karena gaya hidup dan pengaruh makanan/ minuman.Buktinya ada beberapa orang yang melakukan perubahan signifikan dengan merubah gaya hidup, namun sakit maag tetap saja menyerang.
3. MITOS MAAG TIDAK BISA DIKENDALIKAN.
FAKTA: Orang yang terkena sakit maag tidak harus menderita diam-diam. Perubahan pola makan dan gaya hidup serta ketersediaan antasida yang dapat dibeli di pasaran dapat membantu meringankan derita itu.
4. MITOS PENDERITA MAAG TIDAK BOLEH BERPUASA
FAKTA: Tidak semua gangguan maag menjadi halangan untuk berpuasa. Tergantung jenis dan parahnya penyakit. Tetap konsultasikan pada dokter langganan.
5. MITOS JANGAN MAKAN YOGHURT KARENA RASA ASAMNYA
FAKTA: Yoghurt masih aman bagi mereka yang menderita penyakit maag. Rasa asam yoghurt tidak akan merangsang produksi berlebihan asam lambung dan meningkatkan iritasi pada lambung. Dalam literatur dikatakan bahwa salah satu manfaat yoghurt adalah justru mengobati sakit maag, maenyembuhkan luka pada dinding lambung.
6. MITOS BAHWA JERUK NIPIS MEMBUAT KAMBUH DAN PERUT PERIH
FAKTA:Meskipun terasa asam, air jeruk nipis sama sekali tidak membuat lambung perih. Justru mengandung khasiat dan menyegarkan. Rasa asam buah ini bersifat basa di dalam lambung dan akan membantu menetralisir asam lambung. Jadi sama sekali tidak menyebabkan sakit maag kambuh.
Rasa asam jeruk nipis berbeda dengan rasa asam buatan yang menyebabkan sakit perut, terutama jika diminum dalam keadaan perut kosong. Dengan sifat dasarnya yang basa, jeruk nipis dapat membantu penyeimbangan Ph di dalam sistem tubuh. Jeruk nipis juga mengaktifkan liver dalam proses detoksifikasi atau pembuangan racun dalam tubuh.
7. MITOS EFEK MENGUNYAH MINT SETELAH MAKAN MALAM, TIDUR JADI NYENYAK
FAKTA: Mint umumnya bukan cara terbaik memastikan tidur malam yang nyenyak bagi penderita sakit maag.
Faktanya mengonsumsi mint dikombinasikan dengan coklat dan posisi berbaring, malah memicu terjadinya gejala sakit maag berupa nyeri lambung.
8. MITOS ANTASIDA BUKAN OBAT YANG SESUNGGUHNYA
FAKTA: Sejumlah orang yakin bahwa antasida yang dijual bebas di pasaran bukanlah obat yang sesungguhnya. Antasida tetaplah obat. Anda tetap harus membaca petunjuk pemakaian. Jika digunakan sebagaimana mestinya, antasida efektif meredakan sakit maag. Benar, seperti magasida, mampu mengatasi maag, aman dan pastinya enak di mulut.
Magasida mampu melapisi lambung, mengurangi asam lambung dan membuat perut anti kembung. Keampuhannya berasal dari formula ganda Aluminium Magnesium dan Simetikon. Magasida mudah di dapat di apotik maupun toko-toko di sekitar rumah Anda.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:Health
Bagi siapa saja yang tidak mampu mengatur pola makannya dengan baik dan benar atau terbiasa membiarkan perut dalam keadaan kosong, tidak lama lagi pasti akan merasakan rasa sakit perut yang begitu menyiksa.Bila maag sudah menyerang, ulu hati Anda serasa ditusuk-tusuk.Anda pun akan merasa serba salah, diisi makanan pun, lambung seolah berontak. Sementara bila didiamkan Anda akan merasa lapar plus sakit pada ulu hati. Kalau sudah begini , mau tidak mau semua aktifitas akan terhenti.
Langkah awal yang perlu Anda ketahui, adalah memahami apa itu sakit maag dan tidak terjebak dengan mitos-mitos yang menyesatkan. Karena kebanyakan penderita lebih percaya mitos dibanding mempelajari apa penyebab sakit maag dan cara tepat mengatasinya. Akhirnya, sakit maag yang di derita bertambah parah.
FAKTA DIBALIK MITOS SAKIT MAAG YANG BERKEMBANG DI MASYARAKAT
1. MITOS SAKIT MAAG ADALAH PENYAKIT RINGAN
FAKTA: Sejatinya, sakit maag yang terlalu sering kambuh dapat berdampak pada produktivitas, aktifitas harian dan kualitas hidup penderitanya.Gejala sakit maag yang tidak segera diatasi bisa menyebabkan pendarahan pada lambung, sehingga si penderita bisa muntah darah. Bahkan bisa terkena kanker lambung hingga komplikasi penyakit lain.
Menurut WHO, 1,7 milyar penduduk dunia menderita maag. Di Indonesia sendiri menunjukkan 5 dari 10 pekerja mengalami sakit maag. Jumlah yang cukup fantastis, melebihi penyakit demam berdarah, HIV,AIDS,KISTA,KANKER atau TUMOR.
2. MITOS SAKIT MAAG MURNI KARENA KESALAHAN PRIBADI.
FAKTA: Sakit ini merupakan medis dengan penyebab biologis yang riil. Bukan karena gaya hidup dan pengaruh makanan/ minuman.Buktinya ada beberapa orang yang melakukan perubahan signifikan dengan merubah gaya hidup, namun sakit maag tetap saja menyerang.
3. MITOS MAAG TIDAK BISA DIKENDALIKAN.
FAKTA: Orang yang terkena sakit maag tidak harus menderita diam-diam. Perubahan pola makan dan gaya hidup serta ketersediaan antasida yang dapat dibeli di pasaran dapat membantu meringankan derita itu.
4. MITOS PENDERITA MAAG TIDAK BOLEH BERPUASA
FAKTA: Tidak semua gangguan maag menjadi halangan untuk berpuasa. Tergantung jenis dan parahnya penyakit. Tetap konsultasikan pada dokter langganan.
5. MITOS JANGAN MAKAN YOGHURT KARENA RASA ASAMNYA
FAKTA: Yoghurt masih aman bagi mereka yang menderita penyakit maag. Rasa asam yoghurt tidak akan merangsang produksi berlebihan asam lambung dan meningkatkan iritasi pada lambung. Dalam literatur dikatakan bahwa salah satu manfaat yoghurt adalah justru mengobati sakit maag, maenyembuhkan luka pada dinding lambung.
6. MITOS BAHWA JERUK NIPIS MEMBUAT KAMBUH DAN PERUT PERIH
FAKTA:Meskipun terasa asam, air jeruk nipis sama sekali tidak membuat lambung perih. Justru mengandung khasiat dan menyegarkan. Rasa asam buah ini bersifat basa di dalam lambung dan akan membantu menetralisir asam lambung. Jadi sama sekali tidak menyebabkan sakit maag kambuh.
Rasa asam jeruk nipis berbeda dengan rasa asam buatan yang menyebabkan sakit perut, terutama jika diminum dalam keadaan perut kosong. Dengan sifat dasarnya yang basa, jeruk nipis dapat membantu penyeimbangan Ph di dalam sistem tubuh. Jeruk nipis juga mengaktifkan liver dalam proses detoksifikasi atau pembuangan racun dalam tubuh.
7. MITOS EFEK MENGUNYAH MINT SETELAH MAKAN MALAM, TIDUR JADI NYENYAK
FAKTA: Mint umumnya bukan cara terbaik memastikan tidur malam yang nyenyak bagi penderita sakit maag.
Faktanya mengonsumsi mint dikombinasikan dengan coklat dan posisi berbaring, malah memicu terjadinya gejala sakit maag berupa nyeri lambung.
8. MITOS ANTASIDA BUKAN OBAT YANG SESUNGGUHNYA
FAKTA: Sejumlah orang yakin bahwa antasida yang dijual bebas di pasaran bukanlah obat yang sesungguhnya. Antasida tetaplah obat. Anda tetap harus membaca petunjuk pemakaian. Jika digunakan sebagaimana mestinya, antasida efektif meredakan sakit maag. Benar, seperti magasida, mampu mengatasi maag, aman dan pastinya enak di mulut.
Magasida mampu melapisi lambung, mengurangi asam lambung dan membuat perut anti kembung. Keampuhannya berasal dari formula ganda Aluminium Magnesium dan Simetikon. Magasida mudah di dapat di apotik maupun toko-toko di sekitar rumah Anda.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:Health
08 February 2012
Rokok "Curi" Sepertiga Daya Ingat
Penelitian menunjukkan, kebiasaan merokok dapat menggerus atau menurunkan daya ingat seseorang. Menurut temuan para ahli di Northumbria University, AS, para perokok bisa kehilangan sepertiga dari memorinya.
Untungnya, mereka yang sembuh dari kecanduan rokok dapat memulihkan kemampuan mengingatnya hingga pada tingkat yang sama dengan mereka yang tidak pernah merokok.
Dalam penelitian ini, sekitar 70 orang berusia 18 hingga 25 tahun dilibatkan dalam tes memori. Peserta diikutsertakan dalam kunjungan ke sebuah museum dan diminta untuk mengingat beberapa hal secara detail.
Hasilnya menunjukkan, para perokok mencatat hasil yang buruk, yakni hanya mampu mengingat sekira 59 persen dari total tugas yang diberikan. Mereka yang sudah berhenti merokok mampu mencapai 74 persen, sedangkan peserta yang tidak pernah merokok mampu menyelesaikan hingga 81 persen.
Dr Tom Heffernan dari Northumbria University’s Collaboration for Drug and Alcohol Research Group menyatakan bahwa temuan ini sangat berguna untuk mendukung kampanye antirokok.
Riset ini akan dikembangkan untuk meneliti lebih jauh dampak merokok pasif dan melihat efek dari third-hand smoking, yakni residu atau sisa racun yang tertinggal di benda-benda yang terkena asap rokok, seperti sofa atau tirai.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:Kompas
Untungnya, mereka yang sembuh dari kecanduan rokok dapat memulihkan kemampuan mengingatnya hingga pada tingkat yang sama dengan mereka yang tidak pernah merokok.
Dalam penelitian ini, sekitar 70 orang berusia 18 hingga 25 tahun dilibatkan dalam tes memori. Peserta diikutsertakan dalam kunjungan ke sebuah museum dan diminta untuk mengingat beberapa hal secara detail.
Hasilnya menunjukkan, para perokok mencatat hasil yang buruk, yakni hanya mampu mengingat sekira 59 persen dari total tugas yang diberikan. Mereka yang sudah berhenti merokok mampu mencapai 74 persen, sedangkan peserta yang tidak pernah merokok mampu menyelesaikan hingga 81 persen.
Dr Tom Heffernan dari Northumbria University’s Collaboration for Drug and Alcohol Research Group menyatakan bahwa temuan ini sangat berguna untuk mendukung kampanye antirokok.
Riset ini akan dikembangkan untuk meneliti lebih jauh dampak merokok pasif dan melihat efek dari third-hand smoking, yakni residu atau sisa racun yang tertinggal di benda-benda yang terkena asap rokok, seperti sofa atau tirai.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:Kompas
Merokok Bikin Otak Lemot
Bukti efek negatif dari kebiasaan merokok kembali diungkap oleh sebuah penelitian. Para ahli di Inggris menunjukkan bahwa merokok dapat mempercepat penurunan kualitas memori, cara berpikir, dan belajar khususnya di kalangan pria. Temuan ini menambah daftar panjang alasan bagi para perokok untuk segera berhenti.
Bukan rahasia lagi kalau dalam sebatang rokok setidaknya terkandung sekitar 4.000 zat kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia. Tak heran apabila banyak penelitian menyebutkan bahwa asap rokok memiliki andil besar dalam merusak kesehatan.
Dalam riset terbaru yang dipublikasikan pada 6 Februari 2012 dalam jurnal Archives of General Psychiatry, Severine Sabia dari University College London beserta rekan-rekannya menganalisis data sekitar 5.100 pria dan lebih dari 2.100 wanita. Penelitian dilakukan dengan cara menilai serta menganalisis responden terkait fungsi mental, seperti memori, pembelajaran, dan pengolahan pikiran.
Penilaian fungsi mental para responden dilakukan selama tiga kali selama kurun waktu 10 tahun. Sedangkan penilaian status merokok responden dilakukan enam kali dalam kurun waktu 25 tahun. Usia rata-rata responden adalah sekitar 56 tahun ketika penilaian pertama dilakukan.
Peneliti menemukan bahwa di kalangan kaum pria, merokok berhubungan dengan merosotnya kemampuan otak yang lebih cepat. Selain itu, penurunan yang lebih masif terjadi pada pria yang terus merokok selama masa penelitian.
Di antara responden yang berhenti merokok, upaya meninggalkan rokok rupanya tidak terlalu membantu. Peneliti menemukan bahwa pria yang berhenti merokok dalam 10 tahun sebelum penilaian pertama dilakukan ternyata masih berisiko mengalami penurunan mental, terutama terkait fungsi "eksekutif" pada otak. Namun, mereka yang telah berhenti merokok dalam jangka waktu lama, cenderung mengalami penurunan fungsi otak lebih lambat.
"Akhirnya, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa ada hubungan antara merokok dengan penurunan kemampuan mental, terutama pada usia lebih tua," kata peneliti.
Peneliti menambahkan, meski temuan tersebut telah menemukan hubungan antara merokok dan penurunan mental pada pria, tetapi hal ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
"Temuan ini menggarisbawahi bahwa merokok memiliki dampak buruk terhadap otak. Kebiasaan merokok di usia pertengahan adalah faktor yang dapat dimodifikasi yang mana efeknya mungkin setara dengan penurunan (fungsi mental) hingga rata-rata 10 tahun," kata Dr Marc Gordon, Kepala Neurologi di Zucker Hillside Hospital, Glen Oaks, NY, yang tidak terlibat dalam penelitian.
Dalam riset ini, para ahli tidak menemukan hubungan antara efek merokok dan penurunan fungsi mental pada kaum wanita. Alasan untuk perbedaan jenis kelamin ini belum terungkap dengan jelas. Tetapi, hal itu mungkin berkaitan dengan fakta bahwa pria umumnya cenderung merokok lebih banyak ketimbang wanita.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:kompas
Bukan rahasia lagi kalau dalam sebatang rokok setidaknya terkandung sekitar 4.000 zat kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia. Tak heran apabila banyak penelitian menyebutkan bahwa asap rokok memiliki andil besar dalam merusak kesehatan.
Dalam riset terbaru yang dipublikasikan pada 6 Februari 2012 dalam jurnal Archives of General Psychiatry, Severine Sabia dari University College London beserta rekan-rekannya menganalisis data sekitar 5.100 pria dan lebih dari 2.100 wanita. Penelitian dilakukan dengan cara menilai serta menganalisis responden terkait fungsi mental, seperti memori, pembelajaran, dan pengolahan pikiran.
Penilaian fungsi mental para responden dilakukan selama tiga kali selama kurun waktu 10 tahun. Sedangkan penilaian status merokok responden dilakukan enam kali dalam kurun waktu 25 tahun. Usia rata-rata responden adalah sekitar 56 tahun ketika penilaian pertama dilakukan.
Peneliti menemukan bahwa di kalangan kaum pria, merokok berhubungan dengan merosotnya kemampuan otak yang lebih cepat. Selain itu, penurunan yang lebih masif terjadi pada pria yang terus merokok selama masa penelitian.
Di antara responden yang berhenti merokok, upaya meninggalkan rokok rupanya tidak terlalu membantu. Peneliti menemukan bahwa pria yang berhenti merokok dalam 10 tahun sebelum penilaian pertama dilakukan ternyata masih berisiko mengalami penurunan mental, terutama terkait fungsi "eksekutif" pada otak. Namun, mereka yang telah berhenti merokok dalam jangka waktu lama, cenderung mengalami penurunan fungsi otak lebih lambat.
"Akhirnya, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa ada hubungan antara merokok dengan penurunan kemampuan mental, terutama pada usia lebih tua," kata peneliti.
Peneliti menambahkan, meski temuan tersebut telah menemukan hubungan antara merokok dan penurunan mental pada pria, tetapi hal ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
"Temuan ini menggarisbawahi bahwa merokok memiliki dampak buruk terhadap otak. Kebiasaan merokok di usia pertengahan adalah faktor yang dapat dimodifikasi yang mana efeknya mungkin setara dengan penurunan (fungsi mental) hingga rata-rata 10 tahun," kata Dr Marc Gordon, Kepala Neurologi di Zucker Hillside Hospital, Glen Oaks, NY, yang tidak terlibat dalam penelitian.
Dalam riset ini, para ahli tidak menemukan hubungan antara efek merokok dan penurunan fungsi mental pada kaum wanita. Alasan untuk perbedaan jenis kelamin ini belum terungkap dengan jelas. Tetapi, hal itu mungkin berkaitan dengan fakta bahwa pria umumnya cenderung merokok lebih banyak ketimbang wanita.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:kompas
07 February 2012
10 SINYAL SEPELE GANGGUAN PENYAKIT JANTUNG
Banyak orang terlambat menyadari gangguan kesehatan jantung. Mereka umumnya baru sadar setelah mengalami serangan, yang tak jarang berujung fatal.
Beberapa orang mengabaikan gejala gangguan jantung karena tanda-tanda yang muncul terkesan tak genting. Bahkan ada yang berpikir itu hanya gejala penuaan atau obesitas.
Agar tak terjebak serangan fatal, kenali tanda-tanda gangguan jantung untuk mempermudah diagnosis dini, seperti dikutip Times of India:
1. Sesak napas saat berbaring atau tidur
Jika merasa mengalami tekanan di dada hingga sulit mengambil napas dalam-dalam, Anda mungkin harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli jantung. Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah rasa sesak napas sepanjang malam. Ini biasanya terjadi akibat melemahnya kemampuan memompa jantung sehingga mengakibatkan aliran darah dari jantung ke paru-paru.
2. Merasakan tekanan di dada
Rasanya seperti tertimpa beban berat atau mengalami sensasi tenggelam. Beberapa di antaranya disertai nyeri di tengah aktivitas, dan menghilang dengan sendirinya setelah istirahat. Kondisi ini mungkin terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung sehingga membuat suplai oksigen ke sel-sel jantung tersendat.
3. Pakaian atau sepatu terasa sesak
Jika mengalami gejala ini tiba-tiba, segeralah konsultasi ke dokter. Pada beberapa kasus gagal jantung, gejala ini paling kerap muncul lantaran terjadi penurunan kemampuan otot-otot jantung untuk memompa, sehingga darah menekan cairan dari pembuluh darah ke jaringan tubuh. Pada kasus berat, kondisi ini memicu bengkak di beberapa bagian tubuh akibat akumulasi cairan.
4. Lelah sepanjang waktu
Apakah Anda merasa lelah atau lemas tiada henti, meski telah istirahat cukup? Jangan remehkan kondisi ini. Kelesuan atau kelelahan tiada henti bisa menjadi pertanda organ tubuh Anda tidak mendapatkan cukup oksigen karena gangguan jantung.
5. Batuk mengi
Sejumlah penderita gangguan jantung cenderung mengembangkan batuk kronis atau mengi karena akumulasi cairan di paru-paru. Batuk biasanya semakin parah ketika berbaring atau saat bangun tidur. Waspadai kondisi ini karena seringkali terkecoh dengan disgnosis asma atau gangguan paru-paru.
6. Kurang nafsu makan
Gejala lain yang biasa mengiringi penderita gangguan jantung adalah rasa kenyang akibat akumulasi cairan dalam hati atau sistem pencernaan. Kondisi inilah yang kemudian menurunkan nafsu makan, ditambah rasa lelah tak terkontrol. Mengunyah pun bisa menjadi aktivitas yang melelahkan.
7. Buang air kecil di malam hari
Sering buang air kecil di malah hari adalah gejala lain gangguan jantung. Biasanya dipicu transfer cairan yang terakumulasi di kaki pada siang hari ke ginjal, melalui aliran darah. Untuk menghindari hal ini, kontrol asupan cairan di malam hari atau gunakan diuretik di pagi hari.
8. Gangguan irama jantung
Biasanya jantung mulai berdetak pada tingkat yang lebih cepat untuk mengimbangi kekuatan pompa yang berkurang. Atau, mengalami palpitasi tidak teratur dalam hati sehingga merasa jantung seperti berlari atau berdenyut-denyut.
9. Cemas
Ini adalah satu indikasi umum atau peringatan terjadinya gangguan jantung yang kerap diabaikan. Rasa cemas setiap saat itu disertai tarikan napas dan detak jantung cepat, serta telapak tangan berkeringat. , banyak tanda-tanda kesalahan individu sebagai perasaan cemas atau stres. Karenanya, jika merasa gugup atau gelisah setiap saat, coba kaitkan dengan gejala gangguan jantung lain untuk deteksi dini.
10. Perubahan perilaku
Ini juga merupakan gejala penting dari gangguan jantung. Segala bentuk perubahan perilaku yang tidak dapat dijelaskan seperti nafsu makan berkurang, tidur malam tak nyenyak, aktivitas menurun karena lemas, bisa menjadi bel peringatan kesehatan jantung yang perlu diperhatikan.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:vivanews
Beberapa orang mengabaikan gejala gangguan jantung karena tanda-tanda yang muncul terkesan tak genting. Bahkan ada yang berpikir itu hanya gejala penuaan atau obesitas.
Agar tak terjebak serangan fatal, kenali tanda-tanda gangguan jantung untuk mempermudah diagnosis dini, seperti dikutip Times of India:
1. Sesak napas saat berbaring atau tidur
Jika merasa mengalami tekanan di dada hingga sulit mengambil napas dalam-dalam, Anda mungkin harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli jantung. Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah rasa sesak napas sepanjang malam. Ini biasanya terjadi akibat melemahnya kemampuan memompa jantung sehingga mengakibatkan aliran darah dari jantung ke paru-paru.
2. Merasakan tekanan di dada
Rasanya seperti tertimpa beban berat atau mengalami sensasi tenggelam. Beberapa di antaranya disertai nyeri di tengah aktivitas, dan menghilang dengan sendirinya setelah istirahat. Kondisi ini mungkin terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung sehingga membuat suplai oksigen ke sel-sel jantung tersendat.
3. Pakaian atau sepatu terasa sesak
Jika mengalami gejala ini tiba-tiba, segeralah konsultasi ke dokter. Pada beberapa kasus gagal jantung, gejala ini paling kerap muncul lantaran terjadi penurunan kemampuan otot-otot jantung untuk memompa, sehingga darah menekan cairan dari pembuluh darah ke jaringan tubuh. Pada kasus berat, kondisi ini memicu bengkak di beberapa bagian tubuh akibat akumulasi cairan.
4. Lelah sepanjang waktu
Apakah Anda merasa lelah atau lemas tiada henti, meski telah istirahat cukup? Jangan remehkan kondisi ini. Kelesuan atau kelelahan tiada henti bisa menjadi pertanda organ tubuh Anda tidak mendapatkan cukup oksigen karena gangguan jantung.
5. Batuk mengi
Sejumlah penderita gangguan jantung cenderung mengembangkan batuk kronis atau mengi karena akumulasi cairan di paru-paru. Batuk biasanya semakin parah ketika berbaring atau saat bangun tidur. Waspadai kondisi ini karena seringkali terkecoh dengan disgnosis asma atau gangguan paru-paru.
6. Kurang nafsu makan
Gejala lain yang biasa mengiringi penderita gangguan jantung adalah rasa kenyang akibat akumulasi cairan dalam hati atau sistem pencernaan. Kondisi inilah yang kemudian menurunkan nafsu makan, ditambah rasa lelah tak terkontrol. Mengunyah pun bisa menjadi aktivitas yang melelahkan.
7. Buang air kecil di malam hari
Sering buang air kecil di malah hari adalah gejala lain gangguan jantung. Biasanya dipicu transfer cairan yang terakumulasi di kaki pada siang hari ke ginjal, melalui aliran darah. Untuk menghindari hal ini, kontrol asupan cairan di malam hari atau gunakan diuretik di pagi hari.
8. Gangguan irama jantung
Biasanya jantung mulai berdetak pada tingkat yang lebih cepat untuk mengimbangi kekuatan pompa yang berkurang. Atau, mengalami palpitasi tidak teratur dalam hati sehingga merasa jantung seperti berlari atau berdenyut-denyut.
9. Cemas
Ini adalah satu indikasi umum atau peringatan terjadinya gangguan jantung yang kerap diabaikan. Rasa cemas setiap saat itu disertai tarikan napas dan detak jantung cepat, serta telapak tangan berkeringat. , banyak tanda-tanda kesalahan individu sebagai perasaan cemas atau stres. Karenanya, jika merasa gugup atau gelisah setiap saat, coba kaitkan dengan gejala gangguan jantung lain untuk deteksi dini.
10. Perubahan perilaku
Ini juga merupakan gejala penting dari gangguan jantung. Segala bentuk perubahan perilaku yang tidak dapat dijelaskan seperti nafsu makan berkurang, tidur malam tak nyenyak, aktivitas menurun karena lemas, bisa menjadi bel peringatan kesehatan jantung yang perlu diperhatikan.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:vivanews
EFEK DUDUK TERLALU LAMA DAN CARA MENGATASINYA
Apakah Anda bekerja dengan duduk selama lebih dari enam jam di kantor? Hati-hati, duduk selama berjam-jam memiliki efek yang sangat mematikan.
Duduk berja-jam tanpa jeda meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 64 persen. Anda juga mengurangi kualitas hidup selama tujuh tahun serta membuat tubuh lebih rentan mengalami kanker. Parahnya, sebagian orang justru menghabiskan waktu hingga 15 jam untuk duduk baik di sofa, di kursi kantor, atau di dalam kendaraan.
Sederhananya, duduk berlebihan dapat membunuh. Mau tahu apa yang terjadi pada tubuh saat duduk?
1. Sesaat setelah duduk
Aktivitas elektrik pada otot melambat, tingkat pembakaran kalori melambat satu kalori per menit. Bila duduk selama 24 jam, terjadi penurunan pembakaran kalori 40 persen yang bisa menyebakan diabetes.
2. Dua minggu
Bila tak mengubah gaya hidup ini, tubuh meningkatkan trigliserida (molekul lemak), kolesterol LDL alias kolesterol jahat, dan resistensi insulin. Ini berarti otot-otot Anda tidak menggunakan lemak yang meningkatkan kadar darah sehingga berisiko mengalami kenaikan berat badan. Dalam dua minggu, konsumsi oksigen menurun sehingga akan mempersulit Anda naik tangga dan berjalan.
3. Setelah satu tahun
Setelah setahun, efek jangka panjang dari duduk mulai terasa. Menurut studi dalam jurnal Nature, Anda akan mulai mengalami penambahan berat badan dan kenaikan kolesterol. Anda akan mulai kehilangan satu persen massa tulang bila duduk lebih dari 6 jam sehari.
4. Setelah 10-20 Tahun
Setelah satu-dua dekade, kualitas hidup akan menurun. Ini akibat risiko mengalami penyakit jantung meningkat sebesar 64 persen. Selain itu risiko kanker prostat atau kanker payudara meningkat 30 persen.
Namun, tak perlu khawatir. Anda bisa melawan efek mematikan ini dengan beberapa hal yang terbilang sederhana, seperti dikutip Lifehacker, yaitu:
Ingatlah untuk berdiri setiap satu jam
Bekerja di kantor bukan berarti Anda harus duduk seharian hingga saat makan siang atau pulang. Istirahat pendek, menurut sebuah studi mampu mengurangi semua masalah di atas. Ciptakan aktivitas yang memaksa Anda bergerak dari kursi Anda. Letakkan telepon atau mesin fotokopi jauh dari jangkauan atau berjalan mengambil air minum di tempat yang agak jauh dari Anda. Bila perlu nyalakan alarm di ponsel untuk mengingatkan Anda.
Bergerak minimal 30 menit tiap hari
Dr Brian Parr, Profesor di Departemen Ilmu Olahraga dan Kesehatan di University of South Carolina menunjukkan aktivitas moderat yang Anda lakukan setara dengan jalan cepat. Pekerjaan membersihkan rumah atau halaman, atau aktivitas apapun yang membuat Anda bergerak setara dengan olahraga moderat.
Cari cara agar Anda tetap bergerak saat ke dan selama di kantor
Bila Anda mengendarai mobil ke kantor, Anda bisa memarkir mobil di dekat kantor dan berjalan kaki menuju tempat kerja 10-15 menit. Seharian Anda telah bergerak 30 menit bukan?
Lebih baik berdiri untuk mengambil file dari lemari ketimbang Anda menyeret kursi sambil duduk. Berjalan ke tempat rekan kerja lebih baik daripada mengirimkan surat elektronik kepada mereka.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:vivanews
Duduk berja-jam tanpa jeda meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 64 persen. Anda juga mengurangi kualitas hidup selama tujuh tahun serta membuat tubuh lebih rentan mengalami kanker. Parahnya, sebagian orang justru menghabiskan waktu hingga 15 jam untuk duduk baik di sofa, di kursi kantor, atau di dalam kendaraan.
Sederhananya, duduk berlebihan dapat membunuh. Mau tahu apa yang terjadi pada tubuh saat duduk?
1. Sesaat setelah duduk
Aktivitas elektrik pada otot melambat, tingkat pembakaran kalori melambat satu kalori per menit. Bila duduk selama 24 jam, terjadi penurunan pembakaran kalori 40 persen yang bisa menyebakan diabetes.
2. Dua minggu
Bila tak mengubah gaya hidup ini, tubuh meningkatkan trigliserida (molekul lemak), kolesterol LDL alias kolesterol jahat, dan resistensi insulin. Ini berarti otot-otot Anda tidak menggunakan lemak yang meningkatkan kadar darah sehingga berisiko mengalami kenaikan berat badan. Dalam dua minggu, konsumsi oksigen menurun sehingga akan mempersulit Anda naik tangga dan berjalan.
3. Setelah satu tahun
Setelah setahun, efek jangka panjang dari duduk mulai terasa. Menurut studi dalam jurnal Nature, Anda akan mulai mengalami penambahan berat badan dan kenaikan kolesterol. Anda akan mulai kehilangan satu persen massa tulang bila duduk lebih dari 6 jam sehari.
4. Setelah 10-20 Tahun
Setelah satu-dua dekade, kualitas hidup akan menurun. Ini akibat risiko mengalami penyakit jantung meningkat sebesar 64 persen. Selain itu risiko kanker prostat atau kanker payudara meningkat 30 persen.
Namun, tak perlu khawatir. Anda bisa melawan efek mematikan ini dengan beberapa hal yang terbilang sederhana, seperti dikutip Lifehacker, yaitu:
Ingatlah untuk berdiri setiap satu jam
Bekerja di kantor bukan berarti Anda harus duduk seharian hingga saat makan siang atau pulang. Istirahat pendek, menurut sebuah studi mampu mengurangi semua masalah di atas. Ciptakan aktivitas yang memaksa Anda bergerak dari kursi Anda. Letakkan telepon atau mesin fotokopi jauh dari jangkauan atau berjalan mengambil air minum di tempat yang agak jauh dari Anda. Bila perlu nyalakan alarm di ponsel untuk mengingatkan Anda.
Bergerak minimal 30 menit tiap hari
Dr Brian Parr, Profesor di Departemen Ilmu Olahraga dan Kesehatan di University of South Carolina menunjukkan aktivitas moderat yang Anda lakukan setara dengan jalan cepat. Pekerjaan membersihkan rumah atau halaman, atau aktivitas apapun yang membuat Anda bergerak setara dengan olahraga moderat.
Cari cara agar Anda tetap bergerak saat ke dan selama di kantor
Bila Anda mengendarai mobil ke kantor, Anda bisa memarkir mobil di dekat kantor dan berjalan kaki menuju tempat kerja 10-15 menit. Seharian Anda telah bergerak 30 menit bukan?
Lebih baik berdiri untuk mengambil file dari lemari ketimbang Anda menyeret kursi sambil duduk. Berjalan ke tempat rekan kerja lebih baik daripada mengirimkan surat elektronik kepada mereka.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:vivanews
BAHAYA TEKANAN DARAH BERBEDA DI DUA LENGAN
Pernahkah Anda mengecek tekanan darah dari kedua lengan di saat bersamaan? Jika ada perbedaan tekanan darah antara lengan kanan dan kiri berarti meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung.
Para dokter menemukan, perbedaan tekanan darah sistolik sebesar 15mm merkuri atau lebih di antara kedua lengan terkait pengerasan arteri yang memasok darah ke tungkai dan kaki.
Temuan ini berasal dari studi terhadap 28 studi lainnya yang melihat variasi pada tekanan darah sistolik di antara kedua lengan. Tekanan darah tinggi terjadi bila tekanan salah satu lengan melebihi 140/90mm merkuri.
Studi yang dipublikasikan online di jurnal medis The Lancet, menemukan bahwa perbedaan 15mm merkuri atau lebih meningkatkan risiko vaskular perifer (PVD) sebesar 2,5 kali. PVD terjadi bila ada penyempitan arteri yang memasok darah ke bagian bawah dan kaki.
Perbedaan tekanan darah secara signifikan juga meingkatkan risiko penyakit serebrovaskular hingga 1,5 kali. Keadaan ini memengaruhi suplai darah ke otak dan dapat menyebabkan stroke.
Pemimpin studi Dr Christopher Clark, dari Peninsula College of Medicine and Dentistry Exeter University, mengatakan tekanan darah yang rendah di salah satu lengan dan tinggi pada lengan yang lain bisa menandakan penyakit arteri.
Dr Clark mengatakan, pentingnya memeriksa tekanan darah di kedua lengan secara rutin untuk memeriksa apakah terjadi perbedaan signifikan sehingga dapat membaca 'tanda' dengan benar. Dia juga meminta para dokter melakukan pengecekan tekanan darah di kedua lengan maupun mereka yang melakukannya sendiri di rumah. "PVD sering didiagnosis berdasarkan gejala-gejala seperti kesulitan berjalan," katanya.
"Dengan menemukan perbedaan tekanan darah di antara lengan, kita bisa menyelidiki masalah potensial pada tahap awal, bahkan pada pasien yang tidak memiliki tekanan darah tinggi," ujarnya seperti dikutip Foxnews.
Dia menambahkan, "Perbedaan tekanan darah di lengan bisa diteruskan pada tes yang mengukur tekanan darah di kaki untuk menyelidiki adanya PVD maupun nasihat mengenai gaya hidup sehat dan berhenti merokok. Dan jika diperlukan, dapat diberikan obat pengencer darah atau statin pengencer."
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:vivanews
Para dokter menemukan, perbedaan tekanan darah sistolik sebesar 15mm merkuri atau lebih di antara kedua lengan terkait pengerasan arteri yang memasok darah ke tungkai dan kaki.
Temuan ini berasal dari studi terhadap 28 studi lainnya yang melihat variasi pada tekanan darah sistolik di antara kedua lengan. Tekanan darah tinggi terjadi bila tekanan salah satu lengan melebihi 140/90mm merkuri.
Studi yang dipublikasikan online di jurnal medis The Lancet, menemukan bahwa perbedaan 15mm merkuri atau lebih meningkatkan risiko vaskular perifer (PVD) sebesar 2,5 kali. PVD terjadi bila ada penyempitan arteri yang memasok darah ke bagian bawah dan kaki.
Perbedaan tekanan darah secara signifikan juga meingkatkan risiko penyakit serebrovaskular hingga 1,5 kali. Keadaan ini memengaruhi suplai darah ke otak dan dapat menyebabkan stroke.
Pemimpin studi Dr Christopher Clark, dari Peninsula College of Medicine and Dentistry Exeter University, mengatakan tekanan darah yang rendah di salah satu lengan dan tinggi pada lengan yang lain bisa menandakan penyakit arteri.
Dr Clark mengatakan, pentingnya memeriksa tekanan darah di kedua lengan secara rutin untuk memeriksa apakah terjadi perbedaan signifikan sehingga dapat membaca 'tanda' dengan benar. Dia juga meminta para dokter melakukan pengecekan tekanan darah di kedua lengan maupun mereka yang melakukannya sendiri di rumah. "PVD sering didiagnosis berdasarkan gejala-gejala seperti kesulitan berjalan," katanya.
"Dengan menemukan perbedaan tekanan darah di antara lengan, kita bisa menyelidiki masalah potensial pada tahap awal, bahkan pada pasien yang tidak memiliki tekanan darah tinggi," ujarnya seperti dikutip Foxnews.
Dia menambahkan, "Perbedaan tekanan darah di lengan bisa diteruskan pada tes yang mengukur tekanan darah di kaki untuk menyelidiki adanya PVD maupun nasihat mengenai gaya hidup sehat dan berhenti merokok. Dan jika diperlukan, dapat diberikan obat pengencer darah atau statin pengencer."
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:vivanews
RENTAN FLU????APA PEMICUNYA???
Kedinginan sehingga mudah terkena pilek dan influenza lazim dialami saat cuaca dingin dan musim hujan. Namun ada sebagian orang yang sering kedinginan dan flu hampir di setiap musim.
Biasanya, mereka memiliki tangan dan kaki dingin dan sering mengenakan jaket. Adakah alasan dibalik ini? Dr Manny Alvarez, editor kesehatan senior di FoxNews menerangkan, ada beberapa hal yang menyebabkan orang cenderung merasa selalu kedinginan.
Bila pemeriksaan kelenjar tiroid menunjukkan kinerja normal, ada beberapa alasan lainnya, yaitu:
Melewatkan makan
Bila tak mengasup makanan atau makan dalam jumlah tak mencukupi, tubuh akan menghemat energi dan menghasilkan panas lebih sedikit. Akibatnya, tubuh lebih mudah kedinginan.
Tidak cukup tidur
Memiliki jam tidur lebih sedikit daripada yang dibutuhkan membuat tubuh lelah, kurang aktif dan tak kuat pada cuaca dingin.
Anemia
Sebuah tes darah sederhana dapat mendeteksi jika Anda mengalami anemia. Pada wanita, tingkat estrogen yang berfluktuasi memicu anemia, teruatama saat menstruasi. Inilah yang membuat seseorang lebih sensitif terhadap suhu dingin.
Penyakit Raynaud
Penyakit ini membuat pembuluh darah dan arteri mengecil sehingga pasokan darah ke kulit terbatas. Akibatnya kulit mengerut dan lebih berisiko kedinginan.
Berat badan rendah
Dr Alvarez mengatakan, rasa dingin yang diderita bisa terkait massa otot dan lemak tubuh. Otot menghasilkan panas dan lemak berperan sebagai insulator yang menjaga tubuh tetap hangat. Mereka yang kekurangan massa tubuh dan lemak lebih cenderung kedinginan.
Dr Alvarez menyatakan, bila selalu merasa kedinginan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau endokrinologis.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:vivanews
Biasanya, mereka memiliki tangan dan kaki dingin dan sering mengenakan jaket. Adakah alasan dibalik ini? Dr Manny Alvarez, editor kesehatan senior di FoxNews menerangkan, ada beberapa hal yang menyebabkan orang cenderung merasa selalu kedinginan.
Bila pemeriksaan kelenjar tiroid menunjukkan kinerja normal, ada beberapa alasan lainnya, yaitu:
Melewatkan makan
Bila tak mengasup makanan atau makan dalam jumlah tak mencukupi, tubuh akan menghemat energi dan menghasilkan panas lebih sedikit. Akibatnya, tubuh lebih mudah kedinginan.
Tidak cukup tidur
Memiliki jam tidur lebih sedikit daripada yang dibutuhkan membuat tubuh lelah, kurang aktif dan tak kuat pada cuaca dingin.
Anemia
Sebuah tes darah sederhana dapat mendeteksi jika Anda mengalami anemia. Pada wanita, tingkat estrogen yang berfluktuasi memicu anemia, teruatama saat menstruasi. Inilah yang membuat seseorang lebih sensitif terhadap suhu dingin.
Penyakit Raynaud
Penyakit ini membuat pembuluh darah dan arteri mengecil sehingga pasokan darah ke kulit terbatas. Akibatnya kulit mengerut dan lebih berisiko kedinginan.
Berat badan rendah
Dr Alvarez mengatakan, rasa dingin yang diderita bisa terkait massa otot dan lemak tubuh. Otot menghasilkan panas dan lemak berperan sebagai insulator yang menjaga tubuh tetap hangat. Mereka yang kekurangan massa tubuh dan lemak lebih cenderung kedinginan.
Dr Alvarez menyatakan, bila selalu merasa kedinginan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau endokrinologis.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:vivanews
04 February 2012
OBAT BARU PENYAKIT ASMA:TUNGAU
Sebuah studi menemukan obat revolusioner dalam pengobatan asma. Tablet ini dibuat dari protein tungau debu yang umum ditemukan dalam rumah.
Segera setelah diminum, pil akan mencair di bawah lidah dan bertujuan menyempurnakan sistem kekebalan tubuh sehingga tidak bereaksi berlebihan ketika kontak dengan kotoran tungau, pemicu utama untuk serangan asma.
Hasil uji coba awal menunjukkan, pasien yang minum pil setiap hari akan mengurangi pemakaian steroid inhalasi--obat yang kerap menjadi pilihan menjaga serangan asma. Percobaan yang melibatkan 600 penderita asma yang alergi terhadap tungau debu rumah mengungkap, satu dari tiga penderita asma yang minum obat ini berhenti menggunakan steroid inhalasi mereka.
Asma bisa menyebabkan kondisi yang berakibat fatal. Satu dari penderita asma di Inggris meninggal tujuh jam setelah serangan terjadi. Lebih dari 70 ribu orang dari 5,2 juta penderita asma di negara ini harus menjalani perawatan.
Tungau debu rumah adalah penyebab utama serangan mengi dan asma. Hewan tersebut berasal dari keluarga laba-laba, berukuran kurang dari setengah milimeter dan memiliki warna putih. Tungau berkembang biak dalam tempat lembab dan gelap dan bersuhu 25 derajat Celcius.
Sel kulit mati manusia adalah makanan favorit hewan ini. Tak mengherankan populasi tungau banyak ditemukan pada kasur, bantal, pakaian, karpet, kursi, dan mainan berbahan lembut seperti boneka.
Kotoran tungau mengandung protein dan ketika dihirup atau disentuh seseorang yang alergi mendorong produksi antibodi. Hal ini menyebabkan pelepasan bahan kimia yang disebut histamin dalam jumlah yang sangat banyak. Dampaknya terjadi pembengkakan dan iritasi pada saluran pernapasan sehingga penderita sulit bernapas.
Penderita yang sensitif terhadap kotoran tungau debu disarankan melakukan pencegahan termasuk membersihkan dinding dan lantai dengan kain basah, menggunakan plastik untuk tirai dan membekukan bantal dan mainan yang sering digunakan sebulan sekali.
Tablet anti-asma ini dikembangkan perusahaan Denmark Alk Abello, yang juga membuat pil anti-demam Grazax, dari serbuk sari rumput.
Air garam untuk Bronkiolitis
Sementara itu, dokter juga sedag menguji air garam dalam bentuk spray untuk mengobati masalah pernapasan umum atau bronkiolitis. Bronkiolitis adalah infeksi saluran pernapasan bagian bawah dan mempengaruhi sepertiga bayi dan anak dalam tiga tahun pertama. Kondisi ini membuat pernapasan bengkak sehingga sulit bernapas.
Tak jarang anak-anak harus dirawat di rumah sakit. Pengobatannya kini terbatas hanya pendukung dan pemberian oksigen. Sebuah studi menemukan, semprotan air garam yang dapat dihirup dapat membantu anak-anak penderita Bronkiolitis. Tiga studi lainnya menyebut, masa perawatan anak di rumah sakit dapat dipangkas hingga seperempat dengan pengobatan baru ini.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:Vivanews
Segera setelah diminum, pil akan mencair di bawah lidah dan bertujuan menyempurnakan sistem kekebalan tubuh sehingga tidak bereaksi berlebihan ketika kontak dengan kotoran tungau, pemicu utama untuk serangan asma.
Hasil uji coba awal menunjukkan, pasien yang minum pil setiap hari akan mengurangi pemakaian steroid inhalasi--obat yang kerap menjadi pilihan menjaga serangan asma. Percobaan yang melibatkan 600 penderita asma yang alergi terhadap tungau debu rumah mengungkap, satu dari tiga penderita asma yang minum obat ini berhenti menggunakan steroid inhalasi mereka.
Asma bisa menyebabkan kondisi yang berakibat fatal. Satu dari penderita asma di Inggris meninggal tujuh jam setelah serangan terjadi. Lebih dari 70 ribu orang dari 5,2 juta penderita asma di negara ini harus menjalani perawatan.
Tungau debu rumah adalah penyebab utama serangan mengi dan asma. Hewan tersebut berasal dari keluarga laba-laba, berukuran kurang dari setengah milimeter dan memiliki warna putih. Tungau berkembang biak dalam tempat lembab dan gelap dan bersuhu 25 derajat Celcius.
Sel kulit mati manusia adalah makanan favorit hewan ini. Tak mengherankan populasi tungau banyak ditemukan pada kasur, bantal, pakaian, karpet, kursi, dan mainan berbahan lembut seperti boneka.
Kotoran tungau mengandung protein dan ketika dihirup atau disentuh seseorang yang alergi mendorong produksi antibodi. Hal ini menyebabkan pelepasan bahan kimia yang disebut histamin dalam jumlah yang sangat banyak. Dampaknya terjadi pembengkakan dan iritasi pada saluran pernapasan sehingga penderita sulit bernapas.
Penderita yang sensitif terhadap kotoran tungau debu disarankan melakukan pencegahan termasuk membersihkan dinding dan lantai dengan kain basah, menggunakan plastik untuk tirai dan membekukan bantal dan mainan yang sering digunakan sebulan sekali.
Tablet anti-asma ini dikembangkan perusahaan Denmark Alk Abello, yang juga membuat pil anti-demam Grazax, dari serbuk sari rumput.
Air garam untuk Bronkiolitis
Sementara itu, dokter juga sedag menguji air garam dalam bentuk spray untuk mengobati masalah pernapasan umum atau bronkiolitis. Bronkiolitis adalah infeksi saluran pernapasan bagian bawah dan mempengaruhi sepertiga bayi dan anak dalam tiga tahun pertama. Kondisi ini membuat pernapasan bengkak sehingga sulit bernapas.
Tak jarang anak-anak harus dirawat di rumah sakit. Pengobatannya kini terbatas hanya pendukung dan pemberian oksigen. Sebuah studi menemukan, semprotan air garam yang dapat dihirup dapat membantu anak-anak penderita Bronkiolitis. Tiga studi lainnya menyebut, masa perawatan anak di rumah sakit dapat dipangkas hingga seperempat dengan pengobatan baru ini.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:Vivanews
26 January 2012
STRESS BIKIN RAMBUT JADI RONTOK?????
Stres dan rambut rontok seringkali disebut memiliki hubungan sebab akibat. Banyak orang beranggapan, stres dapat membuat rambut rontok ataupun sebaliknya.
Namun benarkan seperti ini?
Daniel K. Hall-Flavin, M.D, psikiater dari Mayo Clinic mengatakan, stres dan rambut rontok memang punya keterkaitan satu sama lain. Daniel memaparkan, ada tiga kondisi penyebab rambut rontok yang dikaitkan dengan stres tingkat tinggi. Ketiga kondisi yang perlu Anda ketahui adalah :
1. Alopecia areata
Alopecia areata adalah suatu kondisi rambut rontok yang umumnya terjadi pada daerah yang berbatas tegas seperti kulit kepala. Banyak faktor penyebab alopesia areata, termasuk salah satunya stres berat. Orang dengan alopecia areata, sel darah putih akan menyerang folikel rambut, menghentikan pertumbuhan rambut, sehingga membuat rambut rontok.
2. Telogen effluvium
Telogen effluvium adalah bentuk alopesia yang ditandai dengan kerontokan rambut secara difus yang dapat terjadi secara akut maupun kronis. Dalam kondisi ini, stres emosional atau stres fisik turut mendorong pertumbuhan rambut masuk ke dalam fase istirahat. Dalam beberapa bulan, rambut-rambut yang terkena efeknya akan tanggal secara tiba-tiba. Misalnya, saat Anda sedang menyisir atau sedang keramas.
3. Trikotilomania
Trikotilomania adalah gambaran kondisi kejiwaan di mana orang memiliki kecenderungan menarik rambut, alis atau bagian lain dari tubuh mereka sendiri. Orang dengan kondisi seperti ini biasanya sedang mengalami masalah dengan perasaannya (tidak nyaman), seperti stres, cemas, tegang, kelelahan, kesepian, atau frustrasi.
Stres dan rambut rontok tidak harus permanen. Jika Anda mampu mengendalikan stres, besar kemungkinan rambut Anda akan tumbuh kembali. Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda melihat rambut rontok tiba-tiba atau mengalami kerontokan yang tidak wajar ketika menyisir atau mencuci rambut. Rambut rontok tiba-tiba merupakan sinyal dari kondisi medis bahwa Anda perlu mendapatkan pengobatan.
Semoga bermanfaat, Salam
Sumber:TribunNews
Namun benarkan seperti ini?
Daniel K. Hall-Flavin, M.D, psikiater dari Mayo Clinic mengatakan, stres dan rambut rontok memang punya keterkaitan satu sama lain. Daniel memaparkan, ada tiga kondisi penyebab rambut rontok yang dikaitkan dengan stres tingkat tinggi. Ketiga kondisi yang perlu Anda ketahui adalah :
1. Alopecia areata
Alopecia areata adalah suatu kondisi rambut rontok yang umumnya terjadi pada daerah yang berbatas tegas seperti kulit kepala. Banyak faktor penyebab alopesia areata, termasuk salah satunya stres berat. Orang dengan alopecia areata, sel darah putih akan menyerang folikel rambut, menghentikan pertumbuhan rambut, sehingga membuat rambut rontok.
2. Telogen effluvium
Telogen effluvium adalah bentuk alopesia yang ditandai dengan kerontokan rambut secara difus yang dapat terjadi secara akut maupun kronis. Dalam kondisi ini, stres emosional atau stres fisik turut mendorong pertumbuhan rambut masuk ke dalam fase istirahat. Dalam beberapa bulan, rambut-rambut yang terkena efeknya akan tanggal secara tiba-tiba. Misalnya, saat Anda sedang menyisir atau sedang keramas.
3. Trikotilomania
Trikotilomania adalah gambaran kondisi kejiwaan di mana orang memiliki kecenderungan menarik rambut, alis atau bagian lain dari tubuh mereka sendiri. Orang dengan kondisi seperti ini biasanya sedang mengalami masalah dengan perasaannya (tidak nyaman), seperti stres, cemas, tegang, kelelahan, kesepian, atau frustrasi.
Stres dan rambut rontok tidak harus permanen. Jika Anda mampu mengendalikan stres, besar kemungkinan rambut Anda akan tumbuh kembali. Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda melihat rambut rontok tiba-tiba atau mengalami kerontokan yang tidak wajar ketika menyisir atau mencuci rambut. Rambut rontok tiba-tiba merupakan sinyal dari kondisi medis bahwa Anda perlu mendapatkan pengobatan.
Semoga bermanfaat, Salam
Sumber:TribunNews
GATAL-GATAL DI KULIT & KEDUTAN PADA MATA TANDA STRESS???
Tekanan hidup dan beban pekerjaan sering menyebabkan stres. Dampaknya bisa buruk bagi sistem pencernaan seperti iritasi organ pencernaan bahkan penyakit kardiovaskular dan stroke. Sayangnya, kita sering tidak menyadari bahwa sebenarnya ada gejala dan tanda kita terkena stres.
* Rahang nyeri
Bukan hanya karena sakit gigi, stres secara emosional dapat membuat otot-otot rahang sakit. Gejala ini biasanya terjadi ketika bangun atau tidur. Secara umum, perhatikan apa yang pernah Anda alami, sehingga ketika gejala itu kembali Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan. Fokuskan pada merelaksasikan rahang ketika Anda merasa panik.
* Kulit gatal
Stres membuat perubahan pada sel-sel kekebalan yang ditemukan di kulit dan membuatnya lebih aktif. Stres bisa mengakibatkan beberapa kondisi seperti psoriasis, rosacea, dan atau lebih buruk lagi, eksim. Jika kulit terasa gatal akhir-akhir ini, perhatikan tingkat stres dalam hidup Anda, dan segera mengambil langkah untuk meminimalkan. Anda juga bisa mengunjungi seorang dokter spesialis kulit untuk membantu memecahkan masalah ini.
* Mata kedutan
Meskipun penyebab pasti dari mata kedutan tidak diketahui, bisa jadi ini tanda bahwa Anda perlu beristirahat dan santai. Kadang-kadang kedutan akan hilang setelah tidur nyenyak di malam hari, namun juga bisa terjadi hingga tiga minggu. Kelelahan dan berlebihan konsumsi kafein bisa menjadi penyumbang utama mata kedutan. Mengurangi hal yang bisa membuat stres adalah cara utama menghentikan kedutan ini.
* Nyeri pada gusi
Stres meningkatkan kadar hormon kortisol, yang pada akhirnya menciptakan sensasi terbakar di seluruh tubuh termasuk gusi. Hal ini juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang memicu pertumbuhan bakteri di mulut dan memicu iritasi serta peradangan pada gusi. Selain menggosok gigi dan berkumur dengan cairan pembersih, tingkatkan sistem kekebalan tubuh dengan makan makanan bergizi seimbang, cukup tidur dan konsumsi multivitamin.
* Mual
Stres juga bisa memicu ketidaknyamanan di perut. Tingkat stres yang tinggi menunjukkan peningkatan gejala seperti sakit perut, yang sebagian disebabkan hormon yang dilepaskan akibat dari stres atau kecemasan.
Tubuh menghasilkan reaksi pertahanan dari stres, yang bisa memicu jantung berdebar dan adrenalin meningkat. Olahraga adalah cara yang bagus untuk memerangi stres, termasuk mual. Makanan juga berperan penting. Jadi kurangi konsumsi kopi dan jauhi makanan yang memakai banyak bumbu.
Semoga bermanfaat, Salam
Sumber:TribunNews
* Rahang nyeri
Bukan hanya karena sakit gigi, stres secara emosional dapat membuat otot-otot rahang sakit. Gejala ini biasanya terjadi ketika bangun atau tidur. Secara umum, perhatikan apa yang pernah Anda alami, sehingga ketika gejala itu kembali Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan. Fokuskan pada merelaksasikan rahang ketika Anda merasa panik.
* Kulit gatal
Stres membuat perubahan pada sel-sel kekebalan yang ditemukan di kulit dan membuatnya lebih aktif. Stres bisa mengakibatkan beberapa kondisi seperti psoriasis, rosacea, dan atau lebih buruk lagi, eksim. Jika kulit terasa gatal akhir-akhir ini, perhatikan tingkat stres dalam hidup Anda, dan segera mengambil langkah untuk meminimalkan. Anda juga bisa mengunjungi seorang dokter spesialis kulit untuk membantu memecahkan masalah ini.
* Mata kedutan
Meskipun penyebab pasti dari mata kedutan tidak diketahui, bisa jadi ini tanda bahwa Anda perlu beristirahat dan santai. Kadang-kadang kedutan akan hilang setelah tidur nyenyak di malam hari, namun juga bisa terjadi hingga tiga minggu. Kelelahan dan berlebihan konsumsi kafein bisa menjadi penyumbang utama mata kedutan. Mengurangi hal yang bisa membuat stres adalah cara utama menghentikan kedutan ini.
* Nyeri pada gusi
Stres meningkatkan kadar hormon kortisol, yang pada akhirnya menciptakan sensasi terbakar di seluruh tubuh termasuk gusi. Hal ini juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang memicu pertumbuhan bakteri di mulut dan memicu iritasi serta peradangan pada gusi. Selain menggosok gigi dan berkumur dengan cairan pembersih, tingkatkan sistem kekebalan tubuh dengan makan makanan bergizi seimbang, cukup tidur dan konsumsi multivitamin.
* Mual
Stres juga bisa memicu ketidaknyamanan di perut. Tingkat stres yang tinggi menunjukkan peningkatan gejala seperti sakit perut, yang sebagian disebabkan hormon yang dilepaskan akibat dari stres atau kecemasan.
Tubuh menghasilkan reaksi pertahanan dari stres, yang bisa memicu jantung berdebar dan adrenalin meningkat. Olahraga adalah cara yang bagus untuk memerangi stres, termasuk mual. Makanan juga berperan penting. Jadi kurangi konsumsi kopi dan jauhi makanan yang memakai banyak bumbu.
Semoga bermanfaat, Salam
Sumber:TribunNews
25 October 2011
PENYEBAB GIGI SENSITIF
Merasa gigi Anda ngilu saat menyantap es krim atau sup panas? Itu tandanya Anda punya gigi sensitif.
Cara termudah untuk terbebas dari rasa ngilu yang menyerang tiap kali menyantap makanan panas atau minuman dingin adalah menghindari pemicunya. Tetapi jauh lebih baik bila Anda mengunjungi dokter gigi untuk menemukan penyebabnya.
Gigi sensitif bisa disebabkan banyak hal, sehingga pengobatannya akan berbeda-beda antar pasien. Bantulah dokter gigi dengan memberi informasi seputar rasa ngilu itu. Apakah itu sakit, menusuk singkat, atau terus-menerus? Apakah sakit tersebut menyebar ke wajah atau leher, atau hanya rahang Anda?
Apakah Anda sangat merasakan sakit di pagi hari atau setelah Anda makan jenis makanan tertentu? Beberapa pertanyaan-pertanyaan ini akan diajukan oleh dokter gigi Anda untuk membantu mendiagnosis dan mengetahui penyebab sakit gigi Anda.
Umumnya gigi sensitif disebabkan oleh email gigi yang terbuka, sehingga dentin (lapisan gigi setelah email) terbuka. Ada beberapa alasan mengapa hal ini mungkin terjadi. Jika Anda memiliki penyakit gusi dan gusi Anda turun, akar gigi Anda akan terlihat, dan gigi tersebut pun dapat menjadi lebih sensitif. Akar gigi yang terekspos ini tidak memiliki email untuk melindungi mereka, sehingga membuat daerah ini sensitif terhadap panas atau dingin.
Pada beberapa pasien, kerusakan gigi disebabkan dan enamel aus karena tidur sambil menggemertakkan gigi. Kondisi ini umumnya dikenal dengan istilah “bruxism”, dan hal ini terjadi tanpa sepengetahuan pasien sendiri, sebab kejadiannya pada saat pasien tidur.
Atau, gigi retak juga bisa sensitif disebabkan oleh dentin terbuka. Dentin juga dapat terkena hanya dengan menyikat gigi terlalu semangat. Menyikat gigi terlalu keras juga dapat merusak gusi dan menyebabkan gusi turun, dan sekali lagi dengan turunnya gusi maka akar gigi terekspos, dan menyebabkan sensitivitas yang tinggi.
Banyak orang dengan gigi sensitif akan menggunakan pasta gigi yang khusus gigi sensitif, dengan harapan agar sensitivitas berkurang. Hal ini memang dapat membantu, jika gigi Anda sensitif terhadap makanan panas dan dingin dan minum. Namun, belum tentu akan efektif jika gigi Anda sensitif karena retak, rusak atau karena gusi telah turun.
Inilah mengapa sangat penting untuk berbicara dengan dokter gigi Anda. Dokter gigi dapat menunjukkan bagaimana menyikat gigi dengan benar, dan dapat merekomendasikan berbagai jenis sikat gigi yang cocok dengan kondisi gigi Anda.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:Yahoo News
Cara termudah untuk terbebas dari rasa ngilu yang menyerang tiap kali menyantap makanan panas atau minuman dingin adalah menghindari pemicunya. Tetapi jauh lebih baik bila Anda mengunjungi dokter gigi untuk menemukan penyebabnya.
Gigi sensitif bisa disebabkan banyak hal, sehingga pengobatannya akan berbeda-beda antar pasien. Bantulah dokter gigi dengan memberi informasi seputar rasa ngilu itu. Apakah itu sakit, menusuk singkat, atau terus-menerus? Apakah sakit tersebut menyebar ke wajah atau leher, atau hanya rahang Anda?
Apakah Anda sangat merasakan sakit di pagi hari atau setelah Anda makan jenis makanan tertentu? Beberapa pertanyaan-pertanyaan ini akan diajukan oleh dokter gigi Anda untuk membantu mendiagnosis dan mengetahui penyebab sakit gigi Anda.
Umumnya gigi sensitif disebabkan oleh email gigi yang terbuka, sehingga dentin (lapisan gigi setelah email) terbuka. Ada beberapa alasan mengapa hal ini mungkin terjadi. Jika Anda memiliki penyakit gusi dan gusi Anda turun, akar gigi Anda akan terlihat, dan gigi tersebut pun dapat menjadi lebih sensitif. Akar gigi yang terekspos ini tidak memiliki email untuk melindungi mereka, sehingga membuat daerah ini sensitif terhadap panas atau dingin.
Pada beberapa pasien, kerusakan gigi disebabkan dan enamel aus karena tidur sambil menggemertakkan gigi. Kondisi ini umumnya dikenal dengan istilah “bruxism”, dan hal ini terjadi tanpa sepengetahuan pasien sendiri, sebab kejadiannya pada saat pasien tidur.
Atau, gigi retak juga bisa sensitif disebabkan oleh dentin terbuka. Dentin juga dapat terkena hanya dengan menyikat gigi terlalu semangat. Menyikat gigi terlalu keras juga dapat merusak gusi dan menyebabkan gusi turun, dan sekali lagi dengan turunnya gusi maka akar gigi terekspos, dan menyebabkan sensitivitas yang tinggi.
Banyak orang dengan gigi sensitif akan menggunakan pasta gigi yang khusus gigi sensitif, dengan harapan agar sensitivitas berkurang. Hal ini memang dapat membantu, jika gigi Anda sensitif terhadap makanan panas dan dingin dan minum. Namun, belum tentu akan efektif jika gigi Anda sensitif karena retak, rusak atau karena gusi telah turun.
Inilah mengapa sangat penting untuk berbicara dengan dokter gigi Anda. Dokter gigi dapat menunjukkan bagaimana menyikat gigi dengan benar, dan dapat merekomendasikan berbagai jenis sikat gigi yang cocok dengan kondisi gigi Anda.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:Yahoo News
24 October 2011
AWAS....TERAPI GIGIT IKAN JUGA BERISIKO BAGI KESEHATAN, LHO!
( foto:saya.red)REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Terapi ikan, Anda mengenalnya kan? Terapi yang tengah menjadi tren di sejumlah negara termasuk Indonesia ini melibatkan ikan kecil untuk menggigit sel-sel kulit mati. Klien cukup mencelupkan kaki mereka ke kolam dangkal penuh dengan ratusan ikan kecil Garra Rufa, kemudian membiarkan sang ikan 'bekerja' menggigiti lapisan kulit mati Anda.
Namun, berhati-hatilah. Orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah atau luka terbuka berisiko tertular infeksi melalui terapi ini. Adalah organisasi Health Protection Agency (HPA) yang mengingatkan hal ini dan menyarankan orang dengan diabetes atau psoriasis untuk tak melakukaan terapi ini.
Bahkan, juru bicara HPA menyebut risiko paling 'menyeramkan' dari terapi ini, yaitu kemungkinan tertular hepatitis atau HIV/AIDS.
Dr Hilary Kirkbride, konsultan ahli epidemiologi di HPA, menyatakan infeksi dapat ditularkan dalam berbagai cara - dari ikan ke orang selama proses menggigit, dari kontak dengan air yang terkontaminasi, atau dari orang ke orang melalui berbagi tangki yang sama.
Di Inggris, terapi ini tengah populer. Di salon-salon, spa ikan, demikian diistilahkan, dibanjiri pelanggan.
Spa ikan telah dilarang di beberapa negara bagian AS.
Meskipun peringatan terakhir, perlakuan memanjakan telah dianut oleh para
Beberapa selebriti dan bintang olahraga juga menjadi pelanggannya, termasuk pemain sepak bola Manchester City Vincent Kompany, dan presenter TV kondang Amy Childs dan James Argent.
Semoga bermanfaat, salam
Tahukah Anda: Ada Lebih dari 8.000 Koloni Bakteri di Kulkas Kita
Salad disimpan di kulkas
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Jangan dikira di dalam kulkas kuman ikut membeku. Justru di kulkas, beberapa jenis bakteri tumbuh subur. "Salad yang disimpan di kulkas 750 kali berpotensi tercemar bakteri," kata Paul McDonnell, seorang peneliti.
Ia menyebut, sejumlah bakteri mematikan juga tahan dengan suhu kulkas, seperti Ecoli dan salmonella. Sedikitnya, 8.000koloni bakteri ada di dalamnya.
Tes yang dilakukan, terdapat sekitar 7.850 unit koloni bakteri (cfu) per cm persegi. Padahal, untuk dikatagorikan sebagai 'bersih dari bakteri', standarnya adalah 0-10 cfu/cm2.
Namun McDonnell menyatakan kulkas tetap penting untuk menjaga makanan tetap aman dikonsumsi dan meminimalkan kemungkinan bakteri dan pertumbuhan jamur yang bisa menyebabkan masalah besar.
"Kinerja kulkas ini terutama penting dalam cuaca hangat, saat suhu lingkungan yang tinggi menyebabkan potensi bakteri untuk berkembang biak menjadi tinggi pula," katanya.
Suhu rendah kulkas, katanya, akan menghambat pertumbuhan bakteri. "Ketika bakteri mendapatkan pijakan dan pembersihan tidak dilakukan mereka akan cenderung untuk memperbanyak selama periode waktu tertentu," katanya.
Sumber: Harian Republika
Semoga bermanfaat, salam
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Jangan dikira di dalam kulkas kuman ikut membeku. Justru di kulkas, beberapa jenis bakteri tumbuh subur. "Salad yang disimpan di kulkas 750 kali berpotensi tercemar bakteri," kata Paul McDonnell, seorang peneliti.
Ia menyebut, sejumlah bakteri mematikan juga tahan dengan suhu kulkas, seperti Ecoli dan salmonella. Sedikitnya, 8.000koloni bakteri ada di dalamnya.
Tes yang dilakukan, terdapat sekitar 7.850 unit koloni bakteri (cfu) per cm persegi. Padahal, untuk dikatagorikan sebagai 'bersih dari bakteri', standarnya adalah 0-10 cfu/cm2.
Namun McDonnell menyatakan kulkas tetap penting untuk menjaga makanan tetap aman dikonsumsi dan meminimalkan kemungkinan bakteri dan pertumbuhan jamur yang bisa menyebabkan masalah besar.
"Kinerja kulkas ini terutama penting dalam cuaca hangat, saat suhu lingkungan yang tinggi menyebabkan potensi bakteri untuk berkembang biak menjadi tinggi pula," katanya.
Suhu rendah kulkas, katanya, akan menghambat pertumbuhan bakteri. "Ketika bakteri mendapatkan pijakan dan pembersihan tidak dilakukan mereka akan cenderung untuk memperbanyak selama periode waktu tertentu," katanya.
Sumber: Harian Republika
Semoga bermanfaat, salam
WASPADA PADA MAKANAN PENYEBAB MENURUNNYA GAIRAH SEX
Makan Ini Bisa Turunkan Gairah Seks
TRIBUNNEWS.COM - Anda pasti sudah sering mendengar tentang makanan afrodisiak yang dapat membangkitkan hasrat seksual. Tapi, tahukah Anda bahwa ada makanan yang benar-benar bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan gairah seksual Anda?
Jika Anda tidak ingin gairah seksual Anda menurun, sebaiknya mengomsumsi makanan di bawah ini jangan terlalu berlebihan. The Star menyebutkan ada delapan makanan yang dapat menurunkan hasrat seksual Anda.
*Licorice
Licorice adalah tanaman akar manis yang sering digunakan sebagai bahan untuk permen atau makanan manis lainnya. Obat batuk hitam juga menggunakan bahan ini sebagai pemanisnya. Licorice mengandung fitoestrogen, yang dapat menurunkan tingkat testosteron. Hormon ini bukan hanya ditemukan pada pria tetapi juga wanita yang menjadi pemicu hasrat seksual.
*Kedelai
Kedelai sangat baik untuk kesehatan Anda. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak, ia memiliki efek yang sama seperti licorice, yang bisa menurunkan kadar testosteron.
* Cilantro/daun ketumbar
Daun ketumbar juga dapat mengurangi kadar testosteron. Daun ini banyak digunakan dalam masakan
Meksiko dan Vietnam.
* Daun mint
Sering digunakan sebagai bahan untuk permen atau minuman yang dapat menghilangkan bau mulut. Jangan terlalu banyak makan permen mint, karena mint juga bisa menurunkan kadar testosteron dan berdampak negatif pada hasrat seksual Anda.
* Minuman tonik
Bahan utama minuman tonik adalah kina, yang juga menurunkan kadar testosteron.
* Corn flakes
Mengapa John Harvey Kellogg membuat cornflake yang saat ini cukup populer? Dia adalah seorang dokter di sebuah sanatorium, tempat untuk merawat pasien dengan penyakit paru kronis. Kellogg menciptakan cornflake untuk mengurangi hasrat seksual para pasien.
* Makanan manis dan berlemak
Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dan berlemak dapat menutup dinding arteri. Hal ini menghambat aliran darah ke daerah genital, sehingga menurunkan hasrat seksual.
*Alkohol
Minuman beralkohol yang dikonsumsi secara berlebihan juga dapat menurunkan hasrat seksual. Setelah minum minuman beralkohol, orang cenderung depresi dan sakit kepala.
Bila Anda tetap ingin mempunyai gairah seksual yang tinggi, konsumsilah makanan sehat serta gaya hidup sehat, dan jangan lupa berolahraga.
Semoga bermanfaat, salam
Source :TRIBUNnews.comTRIBUNnews.com
http://id.she.yahoo.com/foto/makan-ini-bisa-turunkan-gairah-seks-foto-114654382.html;_ylt=AqORGf.s1YOcWX6QTPJzEk_yeeR_;_ylu=X3oDMTRiaW4yYTI4BG1pdANBcnRpY2xlIFJlbGF0ZWQgQ29udGVudARwa2cDMzU2NzQ5MWQtODU2NC0zOTc2LWE2OGEtZTk5Mzk4NWI5YTQxBHBvcwMxBHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVSZWxhdGVkBHZlcgM1ZjI3MmM4MC1mYmRhLTExZTAtOWY3ZC1hNTc5OGNmNjE0NjM-;_ylg=X3oDMTJwYWJoNzBrBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDNmE2ZWM1YTAtMGIyMS0zMzc0LTliYzktMDQ4M2YzODI2MzljBHBzdGNhdANhc21hcmEEcHQDc3RvcnlwYWdl;_ylv=3
TRIBUNNEWS.COM - Anda pasti sudah sering mendengar tentang makanan afrodisiak yang dapat membangkitkan hasrat seksual. Tapi, tahukah Anda bahwa ada makanan yang benar-benar bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan gairah seksual Anda?
Jika Anda tidak ingin gairah seksual Anda menurun, sebaiknya mengomsumsi makanan di bawah ini jangan terlalu berlebihan. The Star menyebutkan ada delapan makanan yang dapat menurunkan hasrat seksual Anda.
*Licorice
Licorice adalah tanaman akar manis yang sering digunakan sebagai bahan untuk permen atau makanan manis lainnya. Obat batuk hitam juga menggunakan bahan ini sebagai pemanisnya. Licorice mengandung fitoestrogen, yang dapat menurunkan tingkat testosteron. Hormon ini bukan hanya ditemukan pada pria tetapi juga wanita yang menjadi pemicu hasrat seksual.
*Kedelai
Kedelai sangat baik untuk kesehatan Anda. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak, ia memiliki efek yang sama seperti licorice, yang bisa menurunkan kadar testosteron.
* Cilantro/daun ketumbar
Daun ketumbar juga dapat mengurangi kadar testosteron. Daun ini banyak digunakan dalam masakan
Meksiko dan Vietnam.
* Daun mint
Sering digunakan sebagai bahan untuk permen atau minuman yang dapat menghilangkan bau mulut. Jangan terlalu banyak makan permen mint, karena mint juga bisa menurunkan kadar testosteron dan berdampak negatif pada hasrat seksual Anda.
* Minuman tonik
Bahan utama minuman tonik adalah kina, yang juga menurunkan kadar testosteron.
* Corn flakes
Mengapa John Harvey Kellogg membuat cornflake yang saat ini cukup populer? Dia adalah seorang dokter di sebuah sanatorium, tempat untuk merawat pasien dengan penyakit paru kronis. Kellogg menciptakan cornflake untuk mengurangi hasrat seksual para pasien.
* Makanan manis dan berlemak
Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dan berlemak dapat menutup dinding arteri. Hal ini menghambat aliran darah ke daerah genital, sehingga menurunkan hasrat seksual.
*Alkohol
Minuman beralkohol yang dikonsumsi secara berlebihan juga dapat menurunkan hasrat seksual. Setelah minum minuman beralkohol, orang cenderung depresi dan sakit kepala.
Bila Anda tetap ingin mempunyai gairah seksual yang tinggi, konsumsilah makanan sehat serta gaya hidup sehat, dan jangan lupa berolahraga.
Semoga bermanfaat, salam
Source :TRIBUNnews.comTRIBUNnews.com
http://id.she.yahoo.com/foto/makan-ini-bisa-turunkan-gairah-seks-foto-114654382.html;_ylt=AqORGf.s1YOcWX6QTPJzEk_yeeR_;_ylu=X3oDMTRiaW4yYTI4BG1pdANBcnRpY2xlIFJlbGF0ZWQgQ29udGVudARwa2cDMzU2NzQ5MWQtODU2NC0zOTc2LWE2OGEtZTk5Mzk4NWI5YTQxBHBvcwMxBHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVSZWxhdGVkBHZlcgM1ZjI3MmM4MC1mYmRhLTExZTAtOWY3ZC1hNTc5OGNmNjE0NjM-;_ylg=X3oDMTJwYWJoNzBrBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDNmE2ZWM1YTAtMGIyMS0zMzc0LTliYzktMDQ4M2YzODI2MzljBHBzdGNhdANhc21hcmEEcHQDc3RvcnlwYWdl;_ylv=3
30 September 2011
PERTOLONGAN PERTAMA PADA EPILEPSI
Bagi kebanyakan orang, jika mendapati seseorang yang mengalami serangan epilepsi ( grand mal maupun petit mal), reaksi pertama biasanya panik karena tidak tahu apa yang harus kita lakukan. Upaya sederhana sebetulnya bisa kita lakukan untuk membantu pengidap epilepsi saat mengalami serangan.
Tip dari WebMD ini bisa Anda terapkan :
* Longgarkan kerah bajunya.
* Jangan memasukkan sembarang benda ke dalam mulutnya karena bisa melukai.
* Usahakan menenangkan lingkungan jika terjadi suasana panik, lalu minta orang-orang menyingkir untuk memberi ruang bagi si sakit.
* Singkirkan benda di sekitar pasien, contohnya barang pecah belah, untuk mencegah timbulnya luka.
* Setelah serangan, baringkan pasien dalam posisi miring supaya aliran napasnya tetap lancar.
Setelah serangan, untuk beberapa saat pasien akan merasa bingung. Karena itu, dia jangan segera ditinggal pergi. temani dan dukung dia supaya tetap tenang dan tidak merasa malu.
* JIka serangan tidak membaik setelah lebih dari 5 menit, atau serangan berikutnya datang demikian cepat menyusul serangan pertama, Anda sebaiknya memanggil ambulans atau segera menghubungi dokter.
AGAR LEBIH MUDAH MENDAPAT PERTOLONGAN, APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN PENDERITA PETIT MAL( EPILEPSI)?
* Selalu membawa obat-obatan sesuai kebutuhan. gelang khusus yang mengidentifikasikan bahwa Anda mengidap petit mal bisa juga dikenakan. hal itu akan memudahkan orang lain di sekitar Anda memberi pertolongan jika terjadi kondisi darurat.
* Pastikan saudara dan teman-teman tahu apa yang harus dilakukan bila Anda mendapat serangan.
* HIndari sesuatu yang berisiko, seperti tempat tinggi atau menjalankan mesin. Pastikan Anda tidak akan mendapatkan resiko berat jika tiba-tiba terjadi serangan.
* Anda sebaiknya tetap aktif dan terlibat dalam berbagai kegiatan, meski tetap waspada. Hindari kegiatan yang berbahaya seperti berenang atau mendaki gunung. Jika ingin bersepeda, jangan lupa gunakan helm dan alat pengaman yang lain.
* Jika mengonsumsi obat antikonvulsan dengan resep, tetap ikutilah petunjuk dokter. jangan minum sembarang obat guna menghindari efek samping akibat interaksi obat tersebut dengan obat dokter yang sedang Anda konsumsi.
* Hindari makanan atau minuman yang mengandung alkohol karena akan memengaruhi efektivitas obat yang Anda konsumsi.
Semoga bermanfaat, Salam
Sumber : GHS
Tip dari WebMD ini bisa Anda terapkan :
* Longgarkan kerah bajunya.
* Jangan memasukkan sembarang benda ke dalam mulutnya karena bisa melukai.
* Usahakan menenangkan lingkungan jika terjadi suasana panik, lalu minta orang-orang menyingkir untuk memberi ruang bagi si sakit.
* Singkirkan benda di sekitar pasien, contohnya barang pecah belah, untuk mencegah timbulnya luka.
* Setelah serangan, baringkan pasien dalam posisi miring supaya aliran napasnya tetap lancar.
Setelah serangan, untuk beberapa saat pasien akan merasa bingung. Karena itu, dia jangan segera ditinggal pergi. temani dan dukung dia supaya tetap tenang dan tidak merasa malu.
* JIka serangan tidak membaik setelah lebih dari 5 menit, atau serangan berikutnya datang demikian cepat menyusul serangan pertama, Anda sebaiknya memanggil ambulans atau segera menghubungi dokter.
AGAR LEBIH MUDAH MENDAPAT PERTOLONGAN, APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN PENDERITA PETIT MAL( EPILEPSI)?
* Selalu membawa obat-obatan sesuai kebutuhan. gelang khusus yang mengidentifikasikan bahwa Anda mengidap petit mal bisa juga dikenakan. hal itu akan memudahkan orang lain di sekitar Anda memberi pertolongan jika terjadi kondisi darurat.
* Pastikan saudara dan teman-teman tahu apa yang harus dilakukan bila Anda mendapat serangan.
* HIndari sesuatu yang berisiko, seperti tempat tinggi atau menjalankan mesin. Pastikan Anda tidak akan mendapatkan resiko berat jika tiba-tiba terjadi serangan.
* Anda sebaiknya tetap aktif dan terlibat dalam berbagai kegiatan, meski tetap waspada. Hindari kegiatan yang berbahaya seperti berenang atau mendaki gunung. Jika ingin bersepeda, jangan lupa gunakan helm dan alat pengaman yang lain.
* Jika mengonsumsi obat antikonvulsan dengan resep, tetap ikutilah petunjuk dokter. jangan minum sembarang obat guna menghindari efek samping akibat interaksi obat tersebut dengan obat dokter yang sedang Anda konsumsi.
* Hindari makanan atau minuman yang mengandung alkohol karena akan memengaruhi efektivitas obat yang Anda konsumsi.
Semoga bermanfaat, Salam
Sumber : GHS
10 August 2011
SUSU, BANTU SEHATKAN VAGINA
Susu merupakan bahan pangan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya lengkap dan berimbang. Selain sebagai sumber protein, dalam susu terkandung begitu banyak vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh, seperti vitamin A,B,C,D,E, dan kalsium plus lemak susu.
Protein yang terdapat pada susu penting bagi pemeliharaan tubuh, penggantian jaringan yang rusak, serta sistem imunitas terhadap bakteri dan mineral, seperti kalsium, baik bagi kesehatan tulang. Karena itu , dari aspek gizi, susu menjadi produk yang dapt diandalkan.
Bukan hanya susu saja,produk olahan susu juga bisa diandalkan.Salah satu produk olahan susu yang juga sangat digemari adalah yoghurt alias susu asam.Menjadi asam karena melalui proses fermentasi dengan menambahkan bakteri ke dalam susu. yoghurt sangat baik bagi sistem pencernaan dan juga meredakan gejala peradangan usus besar.
Susu yang diekstrak menjadi asam laktat pun dapat berguna bagi kesehatan vagina. Sebab asam laktat ini berfungsi menjaga tingkat keasaman atau pH pada vagina. Asam laktat ini akan merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam organ kewanitaan.
Dengan begitu, akan membantu ekosistem dan keseimbangan bakteri dalam vagina.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:GHS
Protein yang terdapat pada susu penting bagi pemeliharaan tubuh, penggantian jaringan yang rusak, serta sistem imunitas terhadap bakteri dan mineral, seperti kalsium, baik bagi kesehatan tulang. Karena itu , dari aspek gizi, susu menjadi produk yang dapt diandalkan.
Bukan hanya susu saja,produk olahan susu juga bisa diandalkan.Salah satu produk olahan susu yang juga sangat digemari adalah yoghurt alias susu asam.Menjadi asam karena melalui proses fermentasi dengan menambahkan bakteri ke dalam susu. yoghurt sangat baik bagi sistem pencernaan dan juga meredakan gejala peradangan usus besar.
Susu yang diekstrak menjadi asam laktat pun dapat berguna bagi kesehatan vagina. Sebab asam laktat ini berfungsi menjaga tingkat keasaman atau pH pada vagina. Asam laktat ini akan merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam organ kewanitaan.
Dengan begitu, akan membantu ekosistem dan keseimbangan bakteri dalam vagina.
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:GHS
4 MACAM INFEKSI VAGINA
Menurut Dr. Anne Stephens dari Sexual Health Information Networking & Education, Australia Selatan, menyebutkan 4 infeksi vagina yang biasa terjadi, seperti dikutip dari Good Health & Medicine yaitu:
1. CANDIDIASIS
Infeksi ini disebabkan pertumbuhan Candida albicans yang berlebihan. Jamur ini dijumpai secara alami pada tubuh manusia.
Gejala candidiasis berupa: rasa gatal atau terbakar di bagian genital, keluar kotoran putih berbau seperti yeast.
Kondisi ini bisa muncul bila kita melakukan aktivitas fisik berat atau sedang mengasup obat antibiotika.
Saran: sebaiknya berkonsultasi ke dokter guna memastikan infeksi.
2. VAGINOSIS BAKTERIAL
Disebabkan infeksi yang menyerang saat terjadi ketidakseimbanganbakteri pada vagina. Vaginosis bakterial juga disebut vaginitis nonspesifik. Saat terjadi bisa keliru dikatakan sebagai infeksi jamur. Tidak selalu memberikan gejala, tetapi bisa berupa peningkatan kotoran dengan bau anyir ( amis), terutama setelah berhubungan seks tanpa pengaman. Perlu antibiotik yang diberikan sekali, tanpa diulang.
3. KLAMIDIA
Termasuk infeksi yang ditularkan secara seksual. Jika tidak diatasi dengan baik, bisa menyebar dan menyebabkan masalah serius seperti radang panggul dan infertilitas.
Klamidia merupakan penyakit diam-diam. Hampir 70% perempuan yang mengalami, tidak merasakan gejalanya. Mudah dideteksi melalui test urin.
Beberapa gejala bisa dikenali seperti bercak di antara waktu menstruasi, nyeri panggul, nyeri atau perdarahan selama berhubungan seks, rasa terbakar saat berkemih.
Klamidia mudah diobati dengan antibiotika dosis tunggal. Anda dan pasangan harus sama-sama diobati.
4. TRICHOMONIASIS
Disebabkan trichomonas vaginalis yang ditularkan secara seksual.
Gejalanya termasuk bau anyir dan kotoran seperti berbusa berwarna kehijauan.
Pengobatan dengan antibiotik diberikan untuk Anda dan pasangan. Alkohol sebaiknya dihindari sebelum, selama, dan 48 jam setelah minum obat.
Interaksi antara alkohol dan obat dapat membuat Anda merasa sangat sakit. Dalam beberapasituasi, kehamilan misalnya, krim antibiotik vagina bisa diresepkan oleh dokter.
Semoga bermanfaat, salam....
sumber:GHS
1. CANDIDIASIS
Infeksi ini disebabkan pertumbuhan Candida albicans yang berlebihan. Jamur ini dijumpai secara alami pada tubuh manusia.
Gejala candidiasis berupa: rasa gatal atau terbakar di bagian genital, keluar kotoran putih berbau seperti yeast.
Kondisi ini bisa muncul bila kita melakukan aktivitas fisik berat atau sedang mengasup obat antibiotika.
Saran: sebaiknya berkonsultasi ke dokter guna memastikan infeksi.
2. VAGINOSIS BAKTERIAL
Disebabkan infeksi yang menyerang saat terjadi ketidakseimbanganbakteri pada vagina. Vaginosis bakterial juga disebut vaginitis nonspesifik. Saat terjadi bisa keliru dikatakan sebagai infeksi jamur. Tidak selalu memberikan gejala, tetapi bisa berupa peningkatan kotoran dengan bau anyir ( amis), terutama setelah berhubungan seks tanpa pengaman. Perlu antibiotik yang diberikan sekali, tanpa diulang.
3. KLAMIDIA
Termasuk infeksi yang ditularkan secara seksual. Jika tidak diatasi dengan baik, bisa menyebar dan menyebabkan masalah serius seperti radang panggul dan infertilitas.
Klamidia merupakan penyakit diam-diam. Hampir 70% perempuan yang mengalami, tidak merasakan gejalanya. Mudah dideteksi melalui test urin.
Beberapa gejala bisa dikenali seperti bercak di antara waktu menstruasi, nyeri panggul, nyeri atau perdarahan selama berhubungan seks, rasa terbakar saat berkemih.
Klamidia mudah diobati dengan antibiotika dosis tunggal. Anda dan pasangan harus sama-sama diobati.
4. TRICHOMONIASIS
Disebabkan trichomonas vaginalis yang ditularkan secara seksual.
Gejalanya termasuk bau anyir dan kotoran seperti berbusa berwarna kehijauan.
Pengobatan dengan antibiotik diberikan untuk Anda dan pasangan. Alkohol sebaiknya dihindari sebelum, selama, dan 48 jam setelah minum obat.
Interaksi antara alkohol dan obat dapat membuat Anda merasa sangat sakit. Dalam beberapasituasi, kehamilan misalnya, krim antibiotik vagina bisa diresepkan oleh dokter.
Semoga bermanfaat, salam....
sumber:GHS
03 August 2011
KAWASAKI /DEMAM BERHARI-HARI MENGINCAR BALITA
Bunda yang baik & bijak, jangan pernah meremehkan demam!
Banyak penyakit diawali dengan naiknya suhu tubuh di atas normal. Termasuk penyakit kawasaki, yang dapat menyebabkan gangguan pada jantung.
Nama penyakit ini sepintas mirip merek sepeda motor. Penyakit kawasaki ditemukan dokter asal jepang, Tomisaku Kawasaki, tahun 1967. Menurut Dr. Najib Advani, Sp. A(K), MMed (Paed), dari FKUI, penyakit kawasaki adalah penyakit akut disertai panas dan radang pembuluh darah jantung.
Kawasaki biasanya menyerang anak-anak usia 2 hingga 5 tahun. Paling sering terjadi pada anak laki-laki ketimbang perempuan, terutama yang berusia 1-2 tahun.
DEMAM BERHARI-HARI
Kawasaki dikenal sebagai mucocutaneous limph node syndrome atau sindrom kelenjar limfa mukokutanus karena memengaruhi kelenjar limfa, kulit dan membran mukosa di dalam mulut, hidung dan tenggorokan. Penyebabnya belum diketahui secara pasti.
Sejumlah teori menghubungkan penyakit ini dengan bakteri, virus, atau bahan kimia lingkungan maupun polutan, tetapi belum ada yang bisa membuktikan. Jika melihat tanda dan gejalanya, mungkin akibat infeksi virus.
BEBERAPA GEJALA YANG DAPAT MENANDAKAN KAWASAKI ANTARA LAIN
* Mata merah, tetapi tidak berair atau berlendir
* Bibir merah dan pecah-pecah
* Denyut jantung cepat
* Beberapa anak mengalami keluhan nyeri pada sendi
* Timbul warna kemerahan di telapak tangan dan kaki
* Kulit telapak tangan terkelupas
* Mudah iritasi
* Kelenjar getah bening membengkak. Biasanya di bagian leher dan hanya pada satu sisi
* Ada selaput/membran merah di mulut. Lidah berwarna merah stroberi, terdapat lapisan putih di lidah dan pembengkakan di pangkalnya.
* Demam tinggi. Suhunya sampai di atas 39 derajad Celcius, bisa berlangsung seminggu bila tidak ditangani secara tepat.
Gejala yang paling sering dijumpai adalah demam tinggi, bibir pecah-pecah, dan muncul bercak pada kulit ( Dr. Hindra Irawan Satari, Sp. A(K), dari RSCM.
Karena menimbulkan bercak ruam pada kulit, orang sering mengira sebagai campak.
Pada kawasaki, anak demam selama beberapa hari. Begitu timbul bercak, misalnya di badan, telapak kaki, atau tangan, demam akan menetap. Demam berlangsung selama 5 hari atau lebih.
Pada campak yang disertai batuk pilek, panas akan turun begitu timbul bercak pada tubuh, papar Dr. Najib, yang meneliti penyakit kawasaki di Indonesia.
TANDA LAIN PENYAKIT KAWASAKI
* Permukaan lidah memerah, terlihat bercak dengan gambaran seperti buah stroberi. Bercak dengan gambaran khas ini tidak ditemukan pada kasus campak.
Bila tidak segera ditangani, kawasaki dapat menimbulkan komplikasi serius!Apalagi jika peradangan pembuluh sudah mencapai bagian jantung. Penderita kawasaki akan mengalami kerusakan pembuluh darah koroner. Sekitar 40% anak dengan penyakit kawasaki mengalami gangguan jantung.
Tanpa pengobatan yang sesuai, gangguan ini akan menetap seumur hidup, namun penyakit ini bisa disembuhkan jika diketahui dan ditangani segera.
Diagnosis diperlukan guna memastikan penyakit yang diidap. Dalam menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan fisik dan darah untuk melihat kadar trombosit, memastikan apakah jantung sudah mengalami gangguan atau belum. Kalau sudah terjadi gangguan, bisa dilihat seberapa besar kerusakannya.
Pemeriksaan laboratorium dan penunjang akan dilakukan sesuai kebutuhan. Contohnya, pemeriksaan EKG ( Elektrokardiogram) akan dilakukan untuk memastikan apakah terjadi peradangan pada otot jantung, pembuluh darah koroner, dan selaput jantung.
KURANGI KOMPLIKASI
Bila di duga menderita kawasaki, anak dianjurkan dirawat di rumah sakit untuk pengobatan. Tujuan pengobatan adalah mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi.
Komplikasi jantung mencakup peradangan otot jantung (miokarditis), pembesaran jantung (kardiomegali), ritme jantung abnormal (aritmia), dan peradangan pembuluh darah (vaskulitis), terutama arteri koroner yang menyuplai darah ke jantung.
Inflamasi arteri koroner dapat menyebabkan aneurisma ( melemahnya dan menonjolnya dinding arteri). Aneurisma meningkatkan risiko pembentukan bekuan atau gumpalan darah dan menyumbat arteri yang bisa menimbulkan serangan jantung atau perdarahan internal yang mengancam jiwa.
Obat yang diberikan adalah infus gamaglobulin ( yaitu zat kekebalan yang sudah jadi ). Jenis obat ini biasa diberikan pada penyakit yang disebabkan virus. Pemberian gamaglobulin harus segera dilakukan, sebelum komplikasi terlanjur muncul.
Sayangnya harga gamaglobulin masih tergolong mahal. Tidak semua golongan masyarakat mampu membayar harga obat infus yang bisa mencapai jutaan rupiah untuk dosis balita. Selain itu bisa juga diberikan aspirin untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah pada pembuluh darah yang meradang.
Pada penderita yang secara klinis dinyatakan telah sembuh total sekalipun, lapisan dalam di pembuluh koronernya bakal mengalami kelainan. Hal ini dapat memudahkan terjadinya penyakit jantung koroner di usia dewasa.
Pada seperlima dari anak dengan sindrom kawasaki yang tidak ditangani dengan baik timbul lesi kardiak selama fase akut dari penyakit itu, yang bisa meningkatkan peluang mengalami masalah jantung di kemudian hari, kata Dr. Anthony Harnden, dari Departement os primary Health Care, University of Oxford.
Karena itu anak yang mengalami penyakit kawasaki harus segera ditangani. terlebih lagi karena penyakit ini tidak dapat dicegah. Yang jelas ketahanan tubuh anak harus ditingkatkan agar tidak mudah terserang virus.
FAKTA TENTANG KAWASAKI
1. Terjadi karena peradangan saluran darah di seluruh tubuh
2. Umumnya terjadi pada anak di bawah umur 8 tahun, biasanya laki-laki
3. Dari 6.000 kasus per tahun, sekitar 80% terjadi pada anak di bawah umur 4 tahun. Penyakit ini jarang menimpa anak di bawah usia 3 bulan atau di atas 8 tahun.
4. Lebih sering menyerang ras Mongol seperti bangsa Jepang, Cina dan Korea.
5. Tidak menular
6. Bisa disembuhkan
7. Bisa menimbulkan kerusakan pada pembuluh jantung
8. Bisa menyebabkan kematian. Risiko terjadinya kematian antar 5-20% jika telah terjadi komplikasi pada jantung.
9. Menjadi penyebab utama pada kematian akibat serangan jantung pada anak-anak di seluruh dunia.
KENALI FASE SERANGANNYA:
FASE PERTAMA
Dimulai dengan demam, kadang lebih dari 39 derajad Celcius, selama 1-2 minggu. Dokter dapat menduga penyakit kawasaki jika demam bertahan hingga 5 hari atau lebih, dan anak mengalami 4 atau lebih tanda-tanda berikut ini:
1. Mata sangat merah tanpa kotoran tebal ( belek)
2. Ruam pada bagian utama (batang) tubuh dan area kemaluan
3. Bibir merah, kering, pecah-pecah, lidah membengkak.
4. Kulit merah, bengkak pada telapak tangan dan tumit kaki
5. Luka pada tenggorokan
6. Kelenjar limfa di leher dan mungkin di tempat lain membengkak.
FASE KEDUA
- Kulit tangan dan kaki terkelupas, terutama di ujung-ujung jari dan kaki, seringkali dalam ukuran besar.
- Nyeri sendi
- Diare
- Muntah
- Nyeri perut
FASE KETIGA
Tanda dan gejala penyakit perlahan hilang, kecuali muncul komplikasi.
Kebanyakan anak seperti dijelaskan dalam situs Mayo Clinic, pulih tanpa masalah, dengan atau tanpa pengobatan. Meski demikian, penyakit ini dapat menyebabkan masalah jantung serius dan kerusakan sendi.
Pengobatan dapat mengurangi kemungkinan kerusakan yang menetap secara luas.
TES URIN HINGGA EKG
Tidak ada tes spesifik untuk mendiagnosis penyakit kawasaki. Diagnosis merupakan proses mengesampingkan penyakit yang tanda dan gejalanya serupa, termasuk demam scarlet, sindrom stevens-johnson, sindrom syok keracunan, infeksi virus Epstein-Bar dan campak.
Dokter, mungkin saja melakukan penilaian fisik dan meminta tes lain guna membantu dalam diagnosis, misalnya:
* Test Urin,untuk membantu menyingkirkan kemungkinan penyakit DIBlain
* Test Darah,selain untuk membantu menyingkirkan penyakit lain juga mencermati jumlah sel darah putih yang cenderung meningkat
* Elektrokardiogram (EKG) ,untuk mengukur impuls elektrik detak jantung anak
* Ekokardiogram,test ini menggunakan gambaran ultrasound untuk menunjukkan seberapa baik jantung berfungsi,dan memberi bukti tidak langsung seberapa berfungsinya arteri koroner
DIBERI OBAT APA?
Dokter akan memulai pengobatan penyakit kawasaki secepatnya setelah terlihat tanda dan gejala,terlebih bila anak tetep demam.Tujuan pengobatan adalah menurunkan demam dn peradangan,serta mencegah kerusakan jantung.Untuk mencapai sasaran tersebut,dokter anak merekomendasi :
* Aspirin,dosis tinggi aspirin dapat mengurangi demam,ruam,peradangan,dan nyeri sendi,serta membantu mencegah membentuknya pembekuan darah
* Gamaglobulin,protein imun ini diberikan melalui infus,dapat menurunkan resiko ketidaknormalan arteri koroner.
Setelah pengobatan awal,demam akan hilang atau turun.Anak mungkin atau perlu mengonsumsi aspirin dosis rendah selama 6-8 minggu bila mengalami aneurisme arteri koroner.Namun bila anak menderita flu atau cacar air selama perawatan,aspirin perlu dihentikan.
Tanpa pengobatan,penyakit kawasaki dapat bertahan lebih dari 2-12 minggu.Dengan pengobatan,anak bisa mulai memperbaiki kondisinya dalam waktu 24 jam.
Bila anak mengalami indikasi masalah jantung,dokter dapat merekomendasikan test lanjutan,dokter akan mengalihkan dokter spesialis jantung anak.
pada beberapa kasus,anak dengan aneurisme arteri koroner memerlukan :
* Obat Antikoagulan
Obat-obatan seperti aspirin,warfarin,dan heparin membantu mencegah pembentukan bekuan.
* Angeoplasti Arteri Koroner
Prosedur ini membuka arteri yang menyempit dan mengganggu aliran darah ke janting.
* Penempatan Stent
Prosedur ini melibatkan penanaman alat di arteri yang tersumbat agar membuka dan mengurangi kemungkinan tersumbat lagi.
* Bypass Arteri Koroner
Prosedun ini akan membuat rute baru aliran darah di sekitar arteri koroner yang sakit dengan mengambil bagian pembuluh darah kaki,dada,atau lengan
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:GHS
Banyak penyakit diawali dengan naiknya suhu tubuh di atas normal. Termasuk penyakit kawasaki, yang dapat menyebabkan gangguan pada jantung.
Nama penyakit ini sepintas mirip merek sepeda motor. Penyakit kawasaki ditemukan dokter asal jepang, Tomisaku Kawasaki, tahun 1967. Menurut Dr. Najib Advani, Sp. A(K), MMed (Paed), dari FKUI, penyakit kawasaki adalah penyakit akut disertai panas dan radang pembuluh darah jantung.
Kawasaki biasanya menyerang anak-anak usia 2 hingga 5 tahun. Paling sering terjadi pada anak laki-laki ketimbang perempuan, terutama yang berusia 1-2 tahun.
DEMAM BERHARI-HARI
Kawasaki dikenal sebagai mucocutaneous limph node syndrome atau sindrom kelenjar limfa mukokutanus karena memengaruhi kelenjar limfa, kulit dan membran mukosa di dalam mulut, hidung dan tenggorokan. Penyebabnya belum diketahui secara pasti.
Sejumlah teori menghubungkan penyakit ini dengan bakteri, virus, atau bahan kimia lingkungan maupun polutan, tetapi belum ada yang bisa membuktikan. Jika melihat tanda dan gejalanya, mungkin akibat infeksi virus.
BEBERAPA GEJALA YANG DAPAT MENANDAKAN KAWASAKI ANTARA LAIN
* Mata merah, tetapi tidak berair atau berlendir
* Bibir merah dan pecah-pecah
* Denyut jantung cepat
* Beberapa anak mengalami keluhan nyeri pada sendi
* Timbul warna kemerahan di telapak tangan dan kaki
* Kulit telapak tangan terkelupas
* Mudah iritasi
* Kelenjar getah bening membengkak. Biasanya di bagian leher dan hanya pada satu sisi
* Ada selaput/membran merah di mulut. Lidah berwarna merah stroberi, terdapat lapisan putih di lidah dan pembengkakan di pangkalnya.
* Demam tinggi. Suhunya sampai di atas 39 derajad Celcius, bisa berlangsung seminggu bila tidak ditangani secara tepat.
Gejala yang paling sering dijumpai adalah demam tinggi, bibir pecah-pecah, dan muncul bercak pada kulit ( Dr. Hindra Irawan Satari, Sp. A(K), dari RSCM.
Karena menimbulkan bercak ruam pada kulit, orang sering mengira sebagai campak.
Pada kawasaki, anak demam selama beberapa hari. Begitu timbul bercak, misalnya di badan, telapak kaki, atau tangan, demam akan menetap. Demam berlangsung selama 5 hari atau lebih.
Pada campak yang disertai batuk pilek, panas akan turun begitu timbul bercak pada tubuh, papar Dr. Najib, yang meneliti penyakit kawasaki di Indonesia.
TANDA LAIN PENYAKIT KAWASAKI
* Permukaan lidah memerah, terlihat bercak dengan gambaran seperti buah stroberi. Bercak dengan gambaran khas ini tidak ditemukan pada kasus campak.
Bila tidak segera ditangani, kawasaki dapat menimbulkan komplikasi serius!Apalagi jika peradangan pembuluh sudah mencapai bagian jantung. Penderita kawasaki akan mengalami kerusakan pembuluh darah koroner. Sekitar 40% anak dengan penyakit kawasaki mengalami gangguan jantung.
Tanpa pengobatan yang sesuai, gangguan ini akan menetap seumur hidup, namun penyakit ini bisa disembuhkan jika diketahui dan ditangani segera.
Diagnosis diperlukan guna memastikan penyakit yang diidap. Dalam menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan fisik dan darah untuk melihat kadar trombosit, memastikan apakah jantung sudah mengalami gangguan atau belum. Kalau sudah terjadi gangguan, bisa dilihat seberapa besar kerusakannya.
Pemeriksaan laboratorium dan penunjang akan dilakukan sesuai kebutuhan. Contohnya, pemeriksaan EKG ( Elektrokardiogram) akan dilakukan untuk memastikan apakah terjadi peradangan pada otot jantung, pembuluh darah koroner, dan selaput jantung.
KURANGI KOMPLIKASI
Bila di duga menderita kawasaki, anak dianjurkan dirawat di rumah sakit untuk pengobatan. Tujuan pengobatan adalah mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi.
Komplikasi jantung mencakup peradangan otot jantung (miokarditis), pembesaran jantung (kardiomegali), ritme jantung abnormal (aritmia), dan peradangan pembuluh darah (vaskulitis), terutama arteri koroner yang menyuplai darah ke jantung.
Inflamasi arteri koroner dapat menyebabkan aneurisma ( melemahnya dan menonjolnya dinding arteri). Aneurisma meningkatkan risiko pembentukan bekuan atau gumpalan darah dan menyumbat arteri yang bisa menimbulkan serangan jantung atau perdarahan internal yang mengancam jiwa.
Obat yang diberikan adalah infus gamaglobulin ( yaitu zat kekebalan yang sudah jadi ). Jenis obat ini biasa diberikan pada penyakit yang disebabkan virus. Pemberian gamaglobulin harus segera dilakukan, sebelum komplikasi terlanjur muncul.
Sayangnya harga gamaglobulin masih tergolong mahal. Tidak semua golongan masyarakat mampu membayar harga obat infus yang bisa mencapai jutaan rupiah untuk dosis balita. Selain itu bisa juga diberikan aspirin untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah pada pembuluh darah yang meradang.
Pada penderita yang secara klinis dinyatakan telah sembuh total sekalipun, lapisan dalam di pembuluh koronernya bakal mengalami kelainan. Hal ini dapat memudahkan terjadinya penyakit jantung koroner di usia dewasa.
Pada seperlima dari anak dengan sindrom kawasaki yang tidak ditangani dengan baik timbul lesi kardiak selama fase akut dari penyakit itu, yang bisa meningkatkan peluang mengalami masalah jantung di kemudian hari, kata Dr. Anthony Harnden, dari Departement os primary Health Care, University of Oxford.
Karena itu anak yang mengalami penyakit kawasaki harus segera ditangani. terlebih lagi karena penyakit ini tidak dapat dicegah. Yang jelas ketahanan tubuh anak harus ditingkatkan agar tidak mudah terserang virus.
FAKTA TENTANG KAWASAKI
1. Terjadi karena peradangan saluran darah di seluruh tubuh
2. Umumnya terjadi pada anak di bawah umur 8 tahun, biasanya laki-laki
3. Dari 6.000 kasus per tahun, sekitar 80% terjadi pada anak di bawah umur 4 tahun. Penyakit ini jarang menimpa anak di bawah usia 3 bulan atau di atas 8 tahun.
4. Lebih sering menyerang ras Mongol seperti bangsa Jepang, Cina dan Korea.
5. Tidak menular
6. Bisa disembuhkan
7. Bisa menimbulkan kerusakan pada pembuluh jantung
8. Bisa menyebabkan kematian. Risiko terjadinya kematian antar 5-20% jika telah terjadi komplikasi pada jantung.
9. Menjadi penyebab utama pada kematian akibat serangan jantung pada anak-anak di seluruh dunia.
KENALI FASE SERANGANNYA:
FASE PERTAMA
Dimulai dengan demam, kadang lebih dari 39 derajad Celcius, selama 1-2 minggu. Dokter dapat menduga penyakit kawasaki jika demam bertahan hingga 5 hari atau lebih, dan anak mengalami 4 atau lebih tanda-tanda berikut ini:
1. Mata sangat merah tanpa kotoran tebal ( belek)
2. Ruam pada bagian utama (batang) tubuh dan area kemaluan
3. Bibir merah, kering, pecah-pecah, lidah membengkak.
4. Kulit merah, bengkak pada telapak tangan dan tumit kaki
5. Luka pada tenggorokan
6. Kelenjar limfa di leher dan mungkin di tempat lain membengkak.
FASE KEDUA
- Kulit tangan dan kaki terkelupas, terutama di ujung-ujung jari dan kaki, seringkali dalam ukuran besar.
- Nyeri sendi
- Diare
- Muntah
- Nyeri perut
FASE KETIGA
Tanda dan gejala penyakit perlahan hilang, kecuali muncul komplikasi.
Kebanyakan anak seperti dijelaskan dalam situs Mayo Clinic, pulih tanpa masalah, dengan atau tanpa pengobatan. Meski demikian, penyakit ini dapat menyebabkan masalah jantung serius dan kerusakan sendi.
Pengobatan dapat mengurangi kemungkinan kerusakan yang menetap secara luas.
TES URIN HINGGA EKG
Tidak ada tes spesifik untuk mendiagnosis penyakit kawasaki. Diagnosis merupakan proses mengesampingkan penyakit yang tanda dan gejalanya serupa, termasuk demam scarlet, sindrom stevens-johnson, sindrom syok keracunan, infeksi virus Epstein-Bar dan campak.
Dokter, mungkin saja melakukan penilaian fisik dan meminta tes lain guna membantu dalam diagnosis, misalnya:
* Test Urin,untuk membantu menyingkirkan kemungkinan penyakit DIBlain
* Test Darah,selain untuk membantu menyingkirkan penyakit lain juga mencermati jumlah sel darah putih yang cenderung meningkat
* Elektrokardiogram (EKG) ,untuk mengukur impuls elektrik detak jantung anak
* Ekokardiogram,test ini menggunakan gambaran ultrasound untuk menunjukkan seberapa baik jantung berfungsi,dan memberi bukti tidak langsung seberapa berfungsinya arteri koroner
DIBERI OBAT APA?
Dokter akan memulai pengobatan penyakit kawasaki secepatnya setelah terlihat tanda dan gejala,terlebih bila anak tetep demam.Tujuan pengobatan adalah menurunkan demam dn peradangan,serta mencegah kerusakan jantung.Untuk mencapai sasaran tersebut,dokter anak merekomendasi :
* Aspirin,dosis tinggi aspirin dapat mengurangi demam,ruam,peradangan,dan nyeri sendi,serta membantu mencegah membentuknya pembekuan darah
* Gamaglobulin,protein imun ini diberikan melalui infus,dapat menurunkan resiko ketidaknormalan arteri koroner.
Setelah pengobatan awal,demam akan hilang atau turun.Anak mungkin atau perlu mengonsumsi aspirin dosis rendah selama 6-8 minggu bila mengalami aneurisme arteri koroner.Namun bila anak menderita flu atau cacar air selama perawatan,aspirin perlu dihentikan.
Tanpa pengobatan,penyakit kawasaki dapat bertahan lebih dari 2-12 minggu.Dengan pengobatan,anak bisa mulai memperbaiki kondisinya dalam waktu 24 jam.
Bila anak mengalami indikasi masalah jantung,dokter dapat merekomendasikan test lanjutan,dokter akan mengalihkan dokter spesialis jantung anak.
pada beberapa kasus,anak dengan aneurisme arteri koroner memerlukan :
* Obat Antikoagulan
Obat-obatan seperti aspirin,warfarin,dan heparin membantu mencegah pembentukan bekuan.
* Angeoplasti Arteri Koroner
Prosedur ini membuka arteri yang menyempit dan mengganggu aliran darah ke janting.
* Penempatan Stent
Prosedur ini melibatkan penanaman alat di arteri yang tersumbat agar membuka dan mengurangi kemungkinan tersumbat lagi.
* Bypass Arteri Koroner
Prosedun ini akan membuat rute baru aliran darah di sekitar arteri koroner yang sakit dengan mengambil bagian pembuluh darah kaki,dada,atau lengan
Semoga bermanfaat, salam
Sumber:GHS
Subscribe to:
Posts (Atom)